Rabu, Mei 20, 2015

Ust Fatih Karim - The Power of Tawakkal

Tawakkal berasal dari kata bahasa Arab, wakilu / wakala yang artinya WAKIL. Berarti kita mewakilkan urusan kita pada sesuatu/seseorang yang kita percaya.
*Bahasa Arab banyak sekali diserap oleh bahasa Indonesia. Misalnya kepanjangan dari DPR /MPR, almari, hairan, kursi.

Kalau kita memahami konsep Tawakal ini, maka hidup kita akan tenang. Karena kita punya sandaran atas segala urusan. Sekarang tergantung kitanya nih, mewakilkannya pada apa / siapa ? Kalau terbiasa RESAH, GELISAH berarti ada masalah dengan Tawakal. Berarti kita banyak menyandarkan sumber ketenangan hidup pada selain Allah.

Jaman keemasan Islam terjadi saat Islam menguasai 2/3 dunia ini dibangun dengan konsep Tawakal yang dipegang kuat. Kok bisa ? Yuk lihat bahasannya..

Konsep Tawakal :
1. Tawakal ini masalah akidah.
Orang yang imannya kuat percaya ada Allah yang tidak saja mengawasi namun juga Maha Pengasih.. Allah selalu memberi kita nikmat. Allah yang mengusik batin dan mengilhamkan kita untuk berbuat sesuatu, Allah juga yang akan menolong. Kalau kita yakini ini, kita akan ridha mewakilkan segala urusan hidup kita pada Allah semata.
Bila kita bertawakal pada selain Allah namanya syirik. Mungkin saja kita tidak menyimpan benda/jimat, namun sikap tawakal kita yg bersandar pada selain Allah berarti sudah masuk pada kesyirikan.

2. Wajib bertawakal hanya kepada Allah.
Ikhlas dan tawakkal ini amalan hati. Tak nampak. Yang tahu hanya diri kita sendiri dan Allah.
Sabar, Syukur, Tawakal, Ikhlas, ini latihannnya setiap saat harus terus menerus.

Ustad bercerita saat kuliah tentang temannya yang bisa tenaang banget melanggar lalu lintas, bahkan saat di stop polisi pun tenang aja. Kenapa ? Karena dia punya Backing orang kuat di belakangnya, yaitu bapaknya yang seorang militer berpangkat tinggi. Beberapa waktu lalu, ustad bertemu lagi dengan temannya ini. Kali ini sudah tertib berkendara. Kenapa ? Karena bapaknya sudah wafat. Jadi sudah tidak ada penolong lagi.
Lha kita kan punya Allah sebagai Backing kita, harusnya teguh pada kebenaran, dan tetap tenang kan !
Ditinggal suami, tenang, ada Allah bersamaku.
DiPHK dari kantor, tenaang, ada Allah yang akan menolong.

3. Tawakal tidak berkitan dengan Sebab Akibat
Tetapkan dulu ikhtiar yang sempurna kalau mau hasil yang sempurna. Saat yg bersamaan, kita pasrah pada Allah apapun hasil yang Allah Tetapkan.

Bila kita ingin pergi ke Bandung, lalu menunggu di pinggir jalan Jakarta menuju Bandung, tidak cukup hanya berdoa sepenuh hati "Ya Allah, hamba ingin ke Bandung mohon dimudahkan ya Allah.." Lalu ada bisa jurusan Bandung lewat, wuuussh ! Tapi kitanya DIAM saja. Tidak akan bisa sampai ke Bandung dengan menambah sedekah, dhuha dan tahajjud, bahkan puasa Daud. Lalu menyalahkan Allah kenapa kita kok ga sampai juga ke Bandung. Kenapa ? Karena ada ikhtiar yang kurang.
Yaitu menyetop dan menaiki bisnya sambil membaca doa.
Kalau ternyata kita sudah melakukan ikhtiar namun tidak sampai ke Bandung, berarti itu terjadi sepenuhnya kehendak Allah.
Tapi selama kita bisa menyempurnakan ikhtiar, ya lakukan yang terbaik !

Ustad mengisahkan tentang teman beliau yang ketiduran saat hendak menaiki pesawat jurusan Medan Jakarta padahal saat itu ada perjanjian kontrak yang menyangkut jumlah uang yang sangat besar di Jakarta. Temannya sebelum ketiduran berpesan pada adiknya untuk membangunkannya. Namun ternyata, adiknya ini pun tertidur pulas. Padahal adiknya tak biasa tidur siang, tapi kali itu mereka bersua begitu mengantuk.. Saat terbangun dan menyadari terlambat, beliau sangat marah dan menampar adiknya saking kesalnya. Terburu-buru menuju bandara untuk mengejar pesawat dengan harapan pesawat tersebut delay...Malah para petugas menunjukkan pesawatnya baru saja kecelakaan meledak dan seluruh penumpang terbakar. Pucat pasi beliau pulang ke rumah, bersyukur tak henti sambil memeluk adiknya untuk meminta maaf.
Begitulah, kadang kita menilai baik dan buruk hanya dari sisi kepentingan kita saja. Apakah kita tahu mana yang terbaik untuk kita ?

QS 2 : 216

216.  كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
...........Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Pendapat Imam al Ghazali :
"Keadaan orang yang bertawakal pada Allah adalah seperti keadaan bayi dengan ibunya. Bayi tidak pernah mengetahui yg lain, serta tdk pernah menyerahkan urusannya kecuali pada ibunya. Ibulah orang yang pertama kali dia bayangkan ketika terpikir tentang manusia lain"
Orang yang Tawakkal, pasrah pada ketentuan Allah... harusnya seperti bayi pada ibunya.. Betul-betul tak pernah protes mau dikasih makanan apa dan bagaimana.

4. Zat yang ia tunjuk sebagai wakil, tidak akan menghianati. Haruslah Zat yang ia percayakan untuk mengurus masalah rezekinya, hidup matinya betul-betul yang mumpuni.

5. Zat yang jadi wakil yang diyakini akan memberi perhatian penuh. Allah tidak tidur, Allah mengurus makhlukNya dari yang berukuran sangat kecil hingga yang berukuran sangaat besar. Tak pernah meleset, semua dalam takaran yang pas.
Hasbunallah wa nikmal wakil. Cukuplah Allah sebagai wakilku.

QS At Taubah : 51

(51). قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal."

QS Al Muzzammil : 9


(9). رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا
(Dia-lah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

QS Ali Imran 159

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

Bagi sesiapa yang rajin mengerjakan sunnah setelah menunaikan yang wajib, baca Al Quran..dst maka di Hadist Qudsi disebutkan Allah akan mudahkan hidupnya. Allah jadi tangannya saat bekerja, jadi matanya saat melihat, jadi kakinya saat melangkah. Hidupnya akan dimudahkan, dan rezeki akan datang terus dari sumber yang tak disangka-sangka.

The Power of Tawakal

1. Yakin Allah akan cukupkan.
Ath Thalaq 3

(3). وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚوَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى الَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚإِنَّ الَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚقَدْ جَعَلَ الَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

HR. Al Hakim : Jika kalian benar2 tawakal pada Allah, Sungguh Allah akan memberikan rizki kepada kalian, sebagaimana Allah telah memberikan rizkimkepada burung. Burung itu pergi dengan perut kosong dan kembali ke sarangnya dengan perut penuh makanan.

2. Yakin Allah bersama kita.
QS 9 : 40

"Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, 

QS Ali Imran 160.

160. إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Apapun yang diberikan Allah, terimalah dg lapang dada.

Karena kita telah mewakilkan urusan kita pada Allah. Curhat itu hanya pada Allah, karena dia yakin sumber solusinya hanya pada Allah saja. Bila curhat pada manusia lalu jadi menggosip...,ini haram.

3. Orang yang YAKIN, kerjanya Optimal

QS AtTaubah 105

(105). وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖوَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".


Orang yang punya bisnis, ikhtiarnya harus kencang, tawakalnya pun harus tambah kuat. Harus yakin bahwa orang yang datang, yang membeli pada kita, semua itu terjadi atas izin Allah, bukan semata ikhtiar kita. Harusnya makin tunduk pada kekuasaan Allah.


Ust Fatih Karim
Kajian "The Power of Tawakkal"
Masjid Emerald


Sesi Tanya Jawab dengan Ustad tentang materi ini di sini

Sesi Tanya Jawab - Kajian Ust Fatih Karim

The Power of Tawakkal

Q.
Ust, bagaimana kaitannya The Power of Tawakkal tadi dengan The Secret. Sekarang sedang marak dibicarakan tentang Konsep ini.

A.
Diulas sebentar tentang The Secret ini ya..
Ini adalah salah satu buku atau tontonan yang berbahaya bila iman kita belum kuat, saran saya jangan nonton atau baca bukunya....kalau keyakinan anda pada Allah belum kuat.
Karena seakan2 semua keinginan kita bisa terwujud hanya dengan melihat, memikirkan, merasa dan memasukkan ke alam bawah sadar kita..lalu mengucapkan permintaan pada semesta dan nanti semesta akan mendukung.

Hati-hati yaa..
Mana yang lebih besar semesta atau Allah ?
Mana yang bakal musnah... semesta atau Allah ?
Hati-hati jangan sampai terjebak pada kemusyrikan karena kita meminta pada sesuatu selain Allah.

Lalu yang kedua,
Jangan terpaku pada hal-hal materialistis. Keinginan duniawi yang fisik kebendaan jangan dijadikan tujuan hidup.
Seorang mukmin harus yakin seyakin-yakinnya... bahwa apapun yang kita kerjakan asalkan sesuai dengan ridha Allah kelak akan berujung pada kebaikan.

Yang bisa kita terapkan hanya hal tentang Positive Thinkingnya. Sesuai dengan Hadist Qudsi yang mengatakan "Allah itu berdasarkan prasangka hambaNya." Bahwa hidup harus optimis, iya.. itu bisa dicontoh. Tapi tidak semua hal.
Jadi berhentilah menghitung rezeki yang kita dapat hanya dari sisi materi semata ya bu..
Nikmat sehat itu pun rezeki luar biasa. Mau tidak, diberi uang 2 M tapi ada kanker di lidahnya ? Jadi makanan seenak apapun tidak bisa dimakan, hanya bisa ngeces saja memandangi.
Atau dikasih 3 M, tapi kedua ginjalnya diminta ? Anda mau ?

Kalau masih terlalu mikirin materi saja harus dicek nih apakah kita kebanyakan memakan riba ? Karena isi pikirannya jadi rakus dengan materi.
Riba itu haram, dosanya sama seperti berzina...dengan ibu sendiri. Bayangkan !
Sama haramnya seperti makan babi.
Kita ini sibuk memperhatikan tanda halal makanan.

Coba kalau saya bilang, ibu... bakso yang sedang ibu makan ini dagingnya daging babi lho. Gimana reaksi ibu ?
bisa jadi langsung muntah...
Tapi saat saya beritahu, bu bunga deposito itu haram, jangan dimakan... Orang menjawabnya, "ah masak siih ? Yang lain banyak kok yang punya. Bla bla bla....."

Atau yang ini..
"Bu, kredit mobil yang di bank konvensional ini dilarang dalam Islam karena sifatnya ada 2 akad. Sewa dan beli. Dalam Islam, transaksi yang menggunakan dua akad itu tidak diperbolehkan!"
Kalau beli ya harus beli saja... Ga boleh ga jelas gitu...

Ayoo, kita belajar tentang Sistem Ekonomi Islam, biar pelajari bahwa semua hal diatur dengan detail di agama kita ini tujuannya untuk kebaikan kita sendiri.


Selasa, Januari 13, 2015

Jalan Keimanan - Ust Felix Siauw

Rangkuman Taklim bersama Ust Felix Siauw -
Jalan Keimanan -The Way to Belief -
Masjid Raya Bintaro Jaya
8 Januari 2015

Assalamualaikum wr wb...
Ust Felix Siauw, menyampaikan tausiahnya dengan model dialog dengan hadirin. Jadinya perhatian kita lebih fokus, karena bolak balik ditanya... :)
Pertanyaan demi pertanyaan menjadi alur ceramah beliau..tentu tujuannya untuk menggugah kesadaran kita apakah siap menjadi muslim yang baik. Mudah-mudahan tulisan ini bisa merangkum ilmu yang ingin beliau sampaikan. Mohon maaf, kalau ada yang salah itu artinya catatan saya yang kurang tepat.

Yang pertama kali disampaikan Ust Felix, tentang apakah kita yakin memiliki anak yang sholeh dan sholeha yang akan mendoakan orangtuanya ? Jangan sampai kita kegeeran, karena sepeninggal kita kelak anak-anak malah melakukan hal-hal yang memberatkan kita saat dihisab di pengadilan akhirat.
Bukankah sekarang zaman edan, zaman segala suatu bisa diputar balikkan ? Zaman seseorang yang memegang teguh ajaran Islam bagaikan memegang bara api di tangannya..... panas dan menyakitkan. Apakah kita yakin mereka bisa memegang ajaran agama ini ?
Mari kita lihat diri kita sendiri.

Apakah anda yakin agama ini agama terbaik ? Rasul adalah manusia yang terbaik ? Umat Islam adalah umat terbaik ? Islam sudah diajarkan sejak SD hingga kuliah, tapi hanya TEORI ! Hanya apa itu Rukun Islam, apa itu Rukun Iman, dst..
Anak-anak hapal semua. Tahu apa itu sholat, puasa, Al Quran bahkan dibaca dengan indah dalam MTQ. Tapi kenapa seperti tidak ada efeknya ? Bukankah banyak yang tahu apa itu sholat, puasa, hijab, zakat....tapi memilih untuk tidak melakukannya.
Kenapa indeks SDM dinegara ini no 162 dari 175 negara dunia ?
Hanya 11 % anak lulusan SMA yang kuliah. Sisanya kemana ?
50 % masyarakat kita hidup dibawah garis kemiskinan.
62 % remaja putri SMP tidak lagi perawan? Belum lagi korupsi dan pornografi...
Sebagian besar yang mengisi angka2 itu beragama apa ? Inilah potret kita yang mengaku sebagai umat terbaik.... #terangguk2...iya ya pak ustad. Berarti ada yang salah dengan pengajaran agama ini.

Masih yakin dengan pernyataan tadi ? Ibu2 menjawab YAKIN ! Kata siapa ? Kan kata Allah ! Tahu darimana ? Al Quran ! Siapa yg bilang ? Nabi Muhammad. Kok Ibu yakin? Kan Nabi Muhammad orangnya jujur ? Kata siapa ? Karena Allah bilang begitu ! Lha iya darimana tahunya ? Dari Al Quran. Karena Allah yg bilang..
*jadi logika kita selalu berputar2 disitu. Yuuk ditelusuri, supaya keyakinannya bener.

Coba renungkan  tiga pertanyaan dasar ini :
1. Darimana kita berasal,
2. Apa tujuan kita hidup,
3. Kemana kita setelah mati.
Kalau benar menjawab ini, berarti keimanannya sudah baik.

Ust Felix bercerita ttg pergolakannya mencari keimanan. Sejak SMP beliau sudah keluar dari agama yg lama. Keluarganya tidak ada yg bisa menjawab yg no.1. Demikian jg pemuka agamanya. Apalagi Teori Darwin yg bilang manusia keturunan Kera.. Tapi kenapa kok keranya masih ada ? Harusnya kan berubah semua menjadi manusia..  Lalu saat belajar tentang asal usul manusia, baru mulai berpikir betapa rumitnya proses pertemuan sperma dg sel telur. Pasti ada campur tangan Tuhan. Belum lagi tentang Galaksi bintang-bintang..... Beliau mencari, tapi bingung dg aneka gambaran sosok Tuhan di tiap2 agama.

Termasuk Islam... dulu ust pernah dipukuli anak2 muslim, pas ditanya kenapa? Jawabannya..... karena kamu sipit. Ah, agama apa ini ?!! Kalau agamanya baik, pasti umatnya baik...ga mukulin orang begini. Sampai saat kuliah, seorang teman menyarankan utk bertemu Ust Fatih Karim. Ust menunjukkan QS 2: 2.
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Pas dibaca artinya, ust Felix merasa dibohongi.... ah mana ada kitab yg sempurna ! Tidak ada yg sempurna di muka bumi pak..apalagi kalau kitab bikinan manusia..demikian kata Felix edisi jadul.
Iya memang kalo buatan manusia. Tapi ini dari Tuhan.. Ahh bohong! Pokoknya mbantah terus. Ust Fatih mengeluarkan ayat yg QS 2 : 23.
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Waaah tambah heran. Kalau tadi ayatnya sangat sombong. Kalau yg ini nantangin. Kalau menang (bisa membuat satu ayat) boleh pergi, kalau kalah harus tunduk pada Al Quran. Lha siapa yang bisa membuat ayat yang bisa menyerupai Al Quran. Semua hal sudah dibahas dalam Kitab Suci ini.
Inilah Allah yang sedang berkata2, hanya Allah yang berhak untuk sombong.

Lihatlah diri kita.. saat kita menarik napas 2 detik, saat itu juga terjadi proses yang rumit dlm tubuh. O2 seketika itu turun ke paru, masuk alveoli, lalu melaju dalam darah dan seketika itu juga berlari yg jaraknya puluhan ribu km menuju ujung2 saraf terkecil. Jarak itu sama dengan keliling bumi...dan ditempuh dlm 2 detik. Siapa yg mengatur itu? #dijawab : Allah ! Yakin ?
Keyakinan seseorang biasanya disebabkan 2 hal :1. Punya ilmunya, 2. Udah lihat Buktinya.
Masih kurang ? Lihatlah planet bumi. Bandingkan dengan Bintang yg paling besar. Ada milyaran bintang yang jauh lebih besar ukurannya dari matahari kita di galaksi,..semua berputar di tempatnya. Siapa yg mengatur ?

Keyakinan yg mantap tidak bisa ditukar dg apapun. Seperti Nabi Ibrahim. Apa beliau tidak yakin kalau api itu panass ? Tentu yakin 100 %. Tapi kenapa tenang saja saat akan dibakar ? Karena beliau yakin hidup dan matinya adlh kekuasaan Allah. Kalau Allah mau..detik ini juga dia akan dimatikan maka pasti mati.., tak perlu menunggu sampai masuk ke kayu bakar. Keyakinannya pada Allah lebih dari keyakinannya bahwa api itu panas. Subhanallah.
Lalu kenapa saat waktunya sholat Jumat masih ada supir taxi (muslim) yang beredar ? Demi mencari uang ? Dapat berapa sih.. 50ribu satu jam ? Berarti ia menukar Allah dengan 50 ribu itu. Padahal itu belum tentu..dan kalau dapat pun tidak berkah. Kalau dia yakin rezeki dari Allah, maka dia akan bersegera memenuhi panggilan sholat. Walaupun dia butuh dengan 50 ribu itu.
Sama juga, bila dapat tawaran kerja dg gaji dan fasilitas fantastis tapi syaratnya harus melepas jilbab...apakah diterima ? Kalau sudah yakin pada Allah, pasti berpikir mending cari kerja di tempat lain saja !
Atau saat ada yg mau beli besi baja di toko kita...harganya 70jt, lalu disuruh menulis kuitansi 700 juta. Orgnya bilang akan kasih kita persenan.. Apakah kita terima ?
Kalau ada yg mau beli ginjal anda kedua2nya seharga 3 Milyar apakah akan diterima ? #Tidak lah tad... Kenapa ? Ya percuma...jadi mati. Kok tahu ? Karena ada dokter pernah bilang.
Jadi kenapa, kita rela menukar aturan agama dengan uang?
Padahal Allah menyaksikan semua tingkah laku kita. Dan semua dicatat sebagai bahan untuk menghisab nanti di yaumil akhir. Apakah karena masih kurang BUKTI, jadi kita masih belum MAU Yakin pada Allah ?

Dalam kerumitan proses reproduksi.. Ada 500 jt sel sperma yg berjuang utk masuk ke sel telur. Hanya yg terbaiklah yang menang dan jadilah anda semua. Siapa yang mengatur itu ? Jadi jgn berharap kenapa kok hidung saya kurang mancung atau kurang putih..yaa.. itulah yg terbaik. Kalau sperma no#2 yg masuk mungkin hasilnya lebih parah. Yakinlah kita semua ada di dunia ini untuk jadi yang terbaik....untuk membawa kebaikan. Karena kita ini adalah ciptaan yang terbaik .....1 dari 500 juta.

Penting untuk mengajarkan anak-anak kita tentang WHY - KENAPA dia harus sholat, puasa dan ibadah lainnya. Supaya tertanam kuat keyakinannya pada Allah. Kalau dia merasa butuh sama Allah, nanti APA dan BAGAIMANA caranya dia akan kejar.. Tiga pertanyaan dasar tadi kita semua harus paham jawabannya.
1. Kita berasal dari Allah : QS Al Alaq
2. Di dunia ini untuk beribadah : QS Adz Dzariyat 56
3. Kita akan kembali pada Allah : QS Al Baqarah : 156

Selama di dunia kita hidup dengan aturan Allah, jangan melanggar karena semuanya akan diperhitungkan kelak. Jadi miskin atau kaya kita semua dalam rangka beribadah pada Allah. Jangan seperti sekarang ini yang miskin merasa punya hak untuk ngawur karena dia wong cilik, dan yang kaya bisa seenaknya karena merasa dia punya harta.




Kuatkan lagi keyakinan kita pada Allah karena bukti di Al Quran sudah sangat jelas dan bukti keberadaan Allah di alam semesta pun nyata adanya... kecuali kita mau bikin Quran tandingan.. Tularkan pada anak-anak kita dengan kisah-kisah tentang Nabi dan para sahabatnya. Karena Al quran itu 70% merupakan kisah...Allah mengajarkan kita melalui kisah hidup manusia2 terdahulu.

Tambahan QnA

Tentang mendidik anak
Seperti ajaran Nabi, 7 th pertama.. didik dan bermainlah supaya ada kedekatan.... saat dia mulai dewasa tetap rajin berkomunikasi, supaya anak dekat dan mereka tertular karakter kita (makanya karakter kita harus diperbaiki terus). Kesalahan ortu, ga dekat sama anak, jdnya mereka belajar ttg kehidupan dari temannya. Kalau sudah terjadi anak tak mau mendengar nasehat apapun dari ortu, bangun dulu kedekatannya, bukan utk menasehati tapi utk jd temannya... kalau perlu pergi kemana berdua saja. Baru bisa ngobrol hati ke hati.

Tentang ibu yg punya teman pria non muslim, ingin mengajaknya masuk islam, ibu ini sering jd imam sholat untuk mengajari temannya ini. Bagaimana ?
Hidayah itu milik Allah, kita hanya wajib memberitahu dan menunjukkan Al quran, selebihnya harus ada WHY dari dia sendiri. Tapi selama itu, harus menjauhi berdua2an dg yg bukan mahram... harus mendahulukan menghindari mudharat daripada memberitahu kebenaran.
Karena ntar hidayahnya belum tentu dapat, tapi dosa maksiat malah sudah dicatat.

Semoga menjadi hikmah
Mohon maaf lahir dan batin..
wassalam wrwb.

Rabu, Agustus 20, 2014

Kutinggalkan Bayiku Untuk Pergi Haji 3 - Saat Pertama Bertemu Ka'bah




Assalamualaikum ...
Apa kabarnya teman-teman pembaca... akhirnya saya bisa menulis lagi...hehe. Mohon doanya mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi menulis ya...aaaamiin.

Bulan-bulan ini sebagian calon jamaah sudah mulai persiapan ya..
Dengan segala keribetannya...tetep saja pasti mulai pada deg-degan juga deh. Segala rasa.

Tulisan ini sambungan yang sebelumnya...semoga bermanfaat ya..

Setelah berkumpul di masjid di Tegal Rotan Bintaro, kami menaiki bis yang membawa kami ke Asrama Haji Pondok Gede, ternyata ga langsung berangkat ke bandara ya.... Masih ada tes kesehatan sekali lagi. Hari itu Jumat 28 Oktober 2011, kami masuk kloter 47 yang terakhir kloter 52.. Kami sampai di asrama masih harus berkumpul di aula dulu karena kloter sebelumnya sedang menjalani tes kesehatan.
Jadi calon jemaah haji, kita harus sudah siap dengan kegiatan mengantri ini. Makanya di tulisan saya sebelumnya, disebutkan mohon menyiapkan stok sabar yang banyak. ;)
Kami datang jam 10, baru masuk ke tempat tes kesehatan sekitar jam 14.. menunggu sekian lama memang ga ada kursi, jadi duduk santai aja di atas sajadah...bahkan sambil tidur-tiduran atau mulai berkenalan dengan jamaah lain.. Saya menandai buku doa, karena saya belum hapal...pakai post it warna warni. Banyak kok ternyata yang bisa dikerjakan.

Saat tes kesehatan, saya ditanya anak terakhir usia berapa, lalu kesebut bahwa saya masih menyusui...akhirnya disuruh tes urine lagi... Alhamdulillaaaah negatif...hehe. Saya yang paling terakhir keluar deh, karena nunggu hasilnya dulu. Saya menjelaskan dulu pada teman yang bertanya-tanya kenapa kok ga keluar2... kasihan mereka sudah menunggu di bis dan bisnya ga akan berangkat kalau orangnya ada yang belum naik.
Lalu dibagi kamar dan jatah uang riyal disitu juga... seneng ya, langsung berencana mau belanja aja, padahal itu uang kita juga.. bukan hadiah.
Kamar bapak-bapak terpisah jauh.. jadi kalau ada barang yang masih terbawa, dikasihnya nanti pas jam makan malam kita ketemu di ruang makan kok... Tenang aja ya pak bu.

Saat teman-teman masuk ke asrama haji mereka dibagi kartu seluler dari provider Arab saudi yang buka bazaar di depan pintu masuk...saya pikir harus bayar jadi saya menolak...hihi keciaan.. Besok-besok nanya dulu aja ya...gratis apa bayar ? Gapapa kok kalau nanya dulu...lumayan bu..sekitar 10 riyal pulsa gratis kalo ga salah..

Sholat, mandi, makan harus siap antri ya..tapi semua pasti kebagian. Toiletnya memang ada, namun kebersihannya ala kadarnya, tapi ya sudahlah... Saya bolak balik ke toilet untuk memerah ASI, karena mulai bengkak dan demam.. cepet-cepet saya minum pereda sakit. Malam itu saya ga bisa tidur, karena payudara membengkak dan sakit, baju pun basah.. Saya berdoa tiap membuang ASI, semoga bayi saya sehat dan tenang pas saya tinggal. Kalau kata ibu saya, malam ini semua orang begadang karena bayi saya menangis terus.. Saya juga merasa.. tapi saya ajak bicara athira dalam hati saya.. Nak, mama pergi sebentar ya...athira pinter baik-baik ya sama opung. Maem yang banyak, main yang senang, nanti kita ketemu lagi... Itu terus yang saya ulang-ulang saat memerah ASI..dan juga saat berdoa.

Setiap ada kloter yang akan berangkat ada lantunan talbiyah yang mengiringi, keras banget suaranya..jadi memang bikin ga bisa tidur.. Akhirnya saya putuskan mandi jam 2 malam itu, supaya langsung sholat tahajjud..supaya saya tenang. Saya butuh Allah supaya saya kuat meninggalkan athira.. ternyata keputusan saya bener... Jam 3 dan 4 pagi mulai banyak yang mandi dan mulai antri lagi dehh... Karena jam 5 kami sudah harus bersiap masuk bis untuk ke bandara.. Ya Allah sebentar lagi kami berangkat..




Baru turun dari bis sebelum masuk ke terminal haji...masih pada segerr yah... hehe
Di bandara, pesawat delay.. dari yang harusnya berangkat jam 10 akhirnya jam 15 baru berangkat..
Beruntung pak pembimbing mengingatkan kami untuk tidur saja kalau menunggu lama, dan dilarang berebutan. Harus sabar menunggu apapun. Dapat yang paling akhir juga gapapa. Karena semua pasti berangkat kok ga mungkin ditinggal. Harus enjoy sama setiap detik proses haji.
Ini penting buat ditekankan ke jamaah, karena secara psikologis memang orang yang bosan menunggu lama akan bergegas berhamburan begitu dibilang Kloter ini silakan berangkat. Ini kadang jadi bikin sikut-sikutan karena ga sabaran. Belum apa-apa sudah bikin dosa ya..

Di pesawat saya lihat ternyata seragam haji jadi beda-beda banget bentuknya... Ada yang jadi pita besar di kepala, ada yang jadi jilbab, bahkan jadi tas ransel. Kreatif bener yaak. Lama di pesawat 9 jam, ayo dimanfaatkan untuk tidur... nabung tenaga untuk aktivitas kita. sebagian berdiri kalau sudah bosan... banyak juga yang hilir mudik. Bahkan pramugarinya  yang orang Spanyol mempersilakan kami naik ke lantai dua, tapi dilarang sama pramugari Indonesia... hehe mereka ga kompak..

Sampai di Jeddah, mulai deh jadi tegang... Karena kita ga ngerti bahasanya...dan mereka orang Arab ini bicaranya kenceng-kenceng amat..kirain lagi marahan. Setelah mandi dan berihram di Jeddah kami naik bis yang ke Makkah... Lelah karena dua hari ga bisa tidur, mulai berefek. Saya tidur hampir sepanjang jalan. Terbangun karena dikasih makanan jatah haji, dimakan semampunya aja (porsinya gede banget), lalu tidur lagi. Dikasih buah dan jus, masuk tas plastik, lalu tidur lagi... Sampai Makkah di pemondokan udah jam 1 malem.. Yang lain udah semangat saling ngetek kamar. Janjian sekamar sama ini sama itu... Tersisa 3 laki dan 4 perempuan... Jatah satu kamar 4 orang. Gimana ini ? Semua memandangi saya. Ga mungkin saya sekamar sama suami, saya ga mau sendirian perempuan di satu kamar bareng bapak-bapak ...atau ngajak 2 ibu lainnya..tapi bakalan ada sisa 1 perempuan yang ga ada temennya. Akhirnya setelah rundingan dengan suami, di Mekkah saya pisah kamar dengan suami.. saya sekamar dengan ibu-ibu itu.. Suami bertiga dengan bapak-bapak termasuk pak pembimbing haji. Saya dapat kamar di lantai 9, sedangkan suami dua lantai di bawah. Hotelnya tidak mewah, tapi kamarnya cukup baik dan kamar mandinya airnya hangat lho.. lumayan banget buat ngilangin badan pegel... Yang penting bisa tidur nyaman dan aman. Alhamdulillah..

Ini hari kedua kami di Mekkah (bukan pakaian ihram)...pose rame-rame di depan hotel jam 3 pagi mau ke Haram
Sudah diingetin pak pembimbing untuk menjaga aurat karena sudah berihram. Jadi malam itu cuma naruh barang, bebersih ke toilet lalu bersiap ke Masjidil Haram....
Labbaik Allahumma Labbaik.... aku datang ya Allah...memenuhii panggilanMu. Ampuni kesalahanku dan mohon mudahkan aku... itu doaku saat bersiap-siap turun ke bawah. Mulai memperbanyak istighfar... Bermohon banyak-banyak sama Allah.

Jam 3 pagi berusaha nyari carteran ke Haram, ternyata bis sudah penuh, kita ga boleh masuk .. mobil seperti angkot juga sudah penuh.. akhirnya ada juga mobil yang bisa kita cegat tapi jadi terpisah-pisah. Buat saya sih gapapa asalkan ga terpisah dari suami. Memang karena masih di lingkungan baru dan selama ini kita sering mendengar cerita buruk tentang kelakuan orang Arab, jadinya memang rada takut juga. Tipsnya ? Banyak-banyak berdoa, jangan lepas berzikir dan waspada jangan sendirian di tempat asing.

Sepanjang jalan sepii dan remang-remang..tapi saya lihat ada juga jemaah yang berjalan kaki 1-2 rombongan kecil...Lalu setibanya di pelataran Masjidil Haram..langsung berasa WAH, ...terang benderang sekali ya ..dan orangnya banyaaakkk banget.. Pelataran masjid sudah penuh orang. Kami berusah mencari celah untuk menunaikan sholat sunnah.. Penuh sesak, jadi nyempil sana sini, di sebelahku teman satu rombongan, tapi sebelah satunya jamah dari negara Afrika... Baru di pelatarannya saja sudah begitu sesak, bagaimana di depan Kakbah ? Jutaan manusia disini rasanya diri ini begitu kecil dibandingkan manusia yang sangat banyak ini. Seperti mimpi, ga percaya kok bisa sampai juga ke sini. Masjidil Haram memang besaaaar dan tinggi. Ornamen dan hiasannya indah, detailnya bersih terpelihara dalam nuansa abu-abu, putih dan kehijauan.. Terasa sejuk sampai kepala saat menginjakkan kaki di lantainya.

Selesai sholat subuh, sebagian jamaah beranjak pulang.. Kami bergerak masuk untuk menunaikan Umrah wajib. Rasa deg-deganku makin kenceng.. Penasaran betul mana Ka'bahnya... Lalu dari kejauhan mulai tampak sebentuk bangunan hitam besar.. Mata tak bisa beralih. Tercenung memandangi Ka'bah. Begitu besar, anggun, diam namun terasa keteduhannya. Ya Allah ! Seluruh manusia menghadap kesini saat sholat untuk menyatukan energi dan saya ada di pusat putaran energi sholat manusia sedunia. Rasanya hati jadi lebih peka, seakan-akan saya mengerti rintihan seorang pria India di dekat saya dalam tangisnya. Saya mengerti arti pandangan nanar seorang wanita tua Turki pada Ka'bah atau komat kamitnya jamaah dari Uzbek... Tak terasa airmata bercucuran.. Rasa terharuu sekali, Allah Yang Maha Baik telah memanggil manusia untuk datang kemari, Allah jua yang membawa saya . Semua karena kemurahan Allah. Sepertinya itu suatu kewajiban untuk menunaikan ibadah haji, padahal esensinya untuk belajar lagi sama Allah langsung di tanah suci. Biar rontok semua kesombongan, biar betul-betul yakin pada ke kekuasaan Allah..

Ibaratnya sedang mengikuti training khusus. Maka kalau kita akan mendekati Allah Yang Maha Suci, senantiasalah bertaubat untuk membersihkan jiwa dari segala dosa yang menghalangi hati dari menerima hikmah. Lebih sering beristighfar karena kita tak pernah sepi dari godaan syaitan..

Jadi sadar, diantara milyaran manusia ini, hamba bukanlah siapa-siapa. Diantara seluruh manusia yang pernah lahir ke bumi ini, saya ini siapa ? Apalagi di seluruh alam semesta...amat sangat kecil bagaikan debu.. Aahh..apa yang mau disombongkan ? Sungguh tak banyak kalau mau dibilang tak ada jejak kebaikan saya yang tampak nyata bagi orang banyak. Semuanya yang saya lakukan demi tujuan hidup saya sendiri. Ya Allah....yang saya bawa malah dosa yang bertumpuk, pun begitu Allah Yang Maha Pengasih mengizinkan saya mendekati Ka'bah yang suci ini... Bersyukur Allah tidak mencabut nikmat yang telah dititipkan pada saya. Padahal saya sering tidak ridha pada Allah.. Ga sabaran kalau dapat ujian, seakan-akan semua salah, seakan-akan Allah yang salah. Padahal saya kan hanya makhluk dan Allah adalah Sang Maha Pencipta, Maha Kuasa. Ah betapa beraninya saya selama ini.. Terasa tak ada artinya diri ini saat sedang berdesakan dalam lingkaran manusia ....bergerak dalam gelombang arus thawaf.. Gemetar berdoa sambil menangis mohon ampunan. Terdengar lantunan doa thawaf dalam bahasa Arab berbagai dialek. Manusia besar kecil, hitam putih, aneka bentuk rupa bangsa datang kesini. Semua untuk satu tujuan menyembah pada Dia Yang Maha Tinggi. Subhanallah..Walhamdulillah Walaa ilaha ilallah Wallahu akbar.

Ka'bah (dari foto album mb Yana)












Selasa, Mei 27, 2014

Kutinggalkan Bayiku untuk Pergi Haji 2 - Waktunya Berangkat


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa kabarnya semua....

Terimakasih buat temen-temen yang suka dengan tulisan saya. Maaaf, lama baru bisa bikin sambungan tulisannya... Yah beginilah mamak-mamak soksibuk... Semua urusan mau dikerjain sendiri....

Ini tulisan saat berangkat. Agak panjang... moga-moga bisa dinikmati..dan bisa diambil hikmahnya..
In sya Allah.

Saya ingat tanggal 14 Oktober 2008, kami menyetor ONH ke Bank BNI di Bintaro. Lalu mengurus pendaftaran segala macem, dan saat dikabari kami sudah dapat nomor porsi haji, saat itu rasanya ada sesuatu yang berubah... Entahlah apa, tapi sepertinya kesadaran untuk pergi haji sudah semakin kuat. Seperti gabungan rasa gembira yang bercampur waspada... atau apa yaa.. ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini sesuatu yang bikin senaaang dan bersyukur, sekaligus berharap pada Allah semoga semuanya dimudahkan. Gemetar berbisik... Allahuakbar ...kami akan bertemu Ka’bah.., Subhanallah bagaimana ya rasanya menatap Ka’bah untuk pertama kali. Ya Allah, kami akan tinggalkan anak-anak ini demi menunaikan kewajiban haji, mohon Engkau mudahkan dan jaga kami semua Ya Rabb. Belum apa-apa sudah mbrebes mili..
Selama setahun itu, persiapan dimulai... Kami ga pergi liburan yang jauh-jauh keluar kota, weekend juga banyakan di rumah, ga beli gadget atau alat elektronik,.. mengurangi acara makan dan jjs ke mall.. Bukan apa-apa sihh, tapi menghemat uangnya supaya bisa ninggalin sangu bagi keluarga dan uang saku selama di sana. Oiya, sebelum berangkat, kami lunasi semua uang SPP anak-anak, uang les, kewajiban sama asisten, asuransi, kebutuhan rumah, bahkan pakaian anak-anak pun dilengkapi... juga perbaikan yang bocor-bocor di rumah. Berusaha biar ga merepotkan keluarga di rumah.

Bulan Juni 2011 menjelang puasa Ramadhan, manasik haji dimulai... Athira bayi usianya 7 bulan selalu kami bawa kecuali saat pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede. Kalau di tempat manasik, sebagian besar dia bareng saya...paling kalau lagi rewel athira digendong ayahnya,. Biasanya dia anteng kalo sudah sama ayahnya.. Athira memang anak ayah, wajah mereka pun mirip sekali. Mulai deh aneka pertanyaan timbul dari mana-mana. “Anak sekecil ini mau ditinggal ?” “Kenapa ga ikut haji plus, kan lebih singkat ?” “Tega nian kamu ninggalin bayimu !” “ASI nya bagaimana ?”... Belajar senyuuum aja dan kasih jawaban sebisanya, kalau masih diajak debat ya senyuum lagi aja..
Selesai Idul Fitri mulai beli pakaian haji dan perlengkapannya ke Tanah Abang. Lalu tahu-tahu saatnya berangkat. Pembimbing haji kami memilih untuk ikut di kloter yang akhir. Ini jadinya lucu, karena sebagian besar keluarga dan tetangga sudah tahu kami mau berangkat haji, tapi kok ga pergi-pergi juga. Mereka yang khawatir kami ini tertipu dan ga jadi diberangkatkan... Lama-lama jadi males keluar rumah, karena selaluuu ditanyain...”Lho bu, ga jadi berangkat haji yaaa ?” atau “Bu yang  itu sudah berangkat lho, ibu kok belum. Kenapa.. ? ” hehehe...

Saat mau berangkat itu, rasanya ngepak koper ga beres-beres. Suamiku lebih rapi orangnya... Yang mau dibawa ditulis di kertas, habis gitu kalau sudah masuk koper tinggal di kasih tanda checklist.. Boleh ditiru niih. Kalau aku sih, seingatnya aja, ini masuk, itu belum masuk, manalagi yaa yang harus masuk ..... makanya ga selesai-selesai... hehehe..
Bawaannya selalu kuraaang aja... Hari ini kurang sandal, besok tali rafia dan hanger baju, besoknya detergent sachet,  dan terakhiiiir tentu saja bawaan pamungkas.. rendang, teri kacang dan sambel pecel buatan ibu. Banyak-banyak berdoa ... moga-moga semuanya berguna dan ga ada yang penting yang tertinggal.

Waktunya untuk Anak-anak
Sewaktu liburan sekolah kami sempatkan ajak anak-anak jalan-jalan ke Kebun Raya Cibodas dan Taman Safari... Seneng banget di Cibodas, tempatnya dingiiin, halaman rumputnya luas dan ada kolam-kolam di bawahnya...


Foto atas, saat mengajak anak-anak ke TSI Cisarua dan foto bawah, mengisi liburan ke puspitek TMII.

Rasanya seperti di surga, kata Bintang anakku yang kedua....iya ya nak...seneng banget bikin foto disitu. Lalu dicetak dan dibikin album foto untuk mereka. Biasanya foto digital kan tetep aja tersimpan di komputer..
Kalau malam, kadang saya sempatkan cerita tentang tempat-tempat yang akan kami kunjungi dalam ibadah haji. Ada buku ensiklopedi haji yang dibeli ayahnya...dan kami baca bersama-sama. Rayhan, yang besar kadang baca sendiri... Lucunya Bintang ga sadar kalau kami akan pergi selama 40 hari. Kakaknya sih sudah ngeh... tapi Bintang seakan baru tersadar menjelang dua hari kami berangkat... dia bilang ,”Lho maa...40 hari itu lebih dari sebulan ya ... Waaah lama dong maa?” lalu mulai merajuk dan menangis. Yang selalu saya ingatkan sama anak-anak...untuk banyak berdoa. Supaya mama dan papa diberi kelancaran, biar bisa balik lagi dan kumpul lagi bersama-sama.. Doa anak yang sholeh itu akan menolong orangtuanya lho nak. Jadii harus rajin berdoa dan percaya Allah akan mengabulkan yaa ... Lalu kami berpelukan kenceng-kenceng.

Hari keberangkatan
Sejak dari jam 3 kami pagi sudah bangun untuk bersiap-siap. Menyempatkan untuk Sholat tahajud, dan sunnah sebelum melakukan perjalanan. Mengecek persiapan ini itu lalu menyiapkan anak-anak untuk berangkat sekolah.  Keluarga ikut mengantar untuk berkumpul di masjid. Saat sebelum acara dimulai, Rayhan gelisah karena harus segera ke sekolah untuk tampil di acara pentas kelasnya... Jadi akhirnya jam 7 itu kami berpamitan pada keluarga.. Mas Ray yang dititipi adik-adiknya tampak tegar, Bintang mulai menangis, dan Athira merengek masih ingin nempel sama saya... tapi segera diajak simbaknya untuk pergi menjauh.. Mama dan Papa pergi dulu ya naak, sampai jumpa lagi. Memeluk ibu kuat-kuat dan kakak serta adik ipar... minta didoakan, sekaligus mohon dimaafkan kalau ada banyak kesalahan kami... Saya memandangi mereka menjauh,.......tadi ga berani menangis di hadapan mereka, takut malah yang lain jadi nangis semua.....sekarang berusaha keras mengerem airmata. Saya mengingatkan diri, bahwa  Allah menyiapkan jamuan yang luarbiasa indah dalam perjalanan haji kami nanti jadi saya harus tabah untuk terus melangkah. ....Ah, begini lebih baik, cukup mengantar sebentar, sehabis gitu anak-anak pergi ke sekolah diantar keluarga seperti biasanya. Daaaan, saatnya stok kesabaran dikeluarkan... 

 Berdua meneteskan airmata di atas bis, berusaha tenang meninggalkan anak-anak. Bismillahi tawakaltu allallahi la hauwla walaa quwwata illaa billahil 'alliyul adhiiim

 ....bersambung lagii yaa....
.....mohon doanya moga lancar nulisnya....

Sabtu, Maret 08, 2014

My first Seminar Director Jogja 2014

Hai – haai...Sudah lama ga nulis disini ya, jadinya kangeen deh....
Saya mau cerita pengalaman ikutan Seminar Director Oriflame, 21-24 Februari 2014 yang seruuu banget. Boleeeh yaa..boleh yaa.. Pantengin deh.

Ini pertama kalinya saya ikutan Seminar Director (SemDir). yang adalah acara nasional tahunannya Oriflame di Indonesia yang kali ini pesertanya dari mulai level Senior Manager (SM) hingga yang paling tinggi Sapphire Executive Director. Jadi kalau mau ikutan Seminar Director tahun 2015 wajib kudu harusss mencapai level SM baru atau buka open title baru selama tahun 2014 ini ya, kualifikasi terakhir jatuh di bulan Desember 2014. SM itu level jadi leader, yang membawahi setidaknya 100 orang yang aktif order..jadi ini memang acara yang ditujukan untuk seorang leader dan fasilitasnyaa .. kereen banget. Banyak banget yang bikin terkesima di sepanjang acara ini.. Dari dua sisi lho.. Dari pesertanya dan dari Oriflame nya sendiri.. Simak deh ya..

Peserta
Setiap tahun peserta Director Seminar selalu meningkat. Tahun lalu ada 1300-an peserta, tahun ini ada 1800 peserta. Luarbiasa ya ... nambah 500 orang jumlahnya. Tahun depan bisa berapa niih... Peserta seminar datang dari seluruh Indonesia, dan untungnya Oriflame memberi biaya akomodasi untuk 1x perjalanan  menuju tempat acara, dalam hal ini di Jogja. Selebihnya peserta harus bayar transport untuk balik ke rumah sendiri yaa... J Pasti bisalah kan SM bonusnya sudah 4-7 juta.. pasti bisa menyisihkan dari awal untuk biaya transportasinya yaa.
Gaul dengan aneka peserta ini bikin mata jadi melek lho... Mereka dari berbagai umur dan latar belakang. Ada yang masih SMA sudah Director, ada ibu-ibu SM yang sudah berumur 63 tahun dan baru mulai berbisnis bareng grup kami dBCN namun sudah bisa aktif dengan gadgetnya. Ada seorang Gold Director yang sedang hamil besar dan banyaaak ibu-ibu SM yang meninggalkan anak bahkan bayi yang masih menyusu ASI di rumah. Kerjasama yang okee dengan suami dan keluarga untuk menjaga anak-anak sementara ibunya belajar di Semdir ya. Luarbiasa semangatnyaa.... yang hamil besar, yang sudah sepuh.. walaupun jalannya pelan-pelan tetep berusaha aktif.. Yang SMA masih unyu-unyu gitu, tapi sudah punya bonus 5-7 jt sebulan...wah udah bisa bayar uang sekolah dan bentar lagi bayar kuliah sendiri ya.. Orangtuanya pasti bangga bangeeet.. Trus ada lagi, leader dari Bali... Suami isteri, masih 27 tahun, tapi penghasilannya sudah 65 jt sedang menjalani kualifikasi Executive Director ...dan mereka memulai bisnis ini sejak SMA ! Sudah 9 tahun berarti ya... Kerja keras sejak muda dan hasil manisnya bisa dinikmati saat masih muda juga...
Mereka adalah para wanita (sebagian besar memang wanita) dengan segala permasalahannya, tapi di semdir sini semua ceria, positif dan bersemangat. Energi positif ini ternyataaa sangaat menulaar sodara-sodara. Bawaannya jadi akrab dan murah senyum deh..hehehe..

di depan pintu masuk Jogja Expo Centre

Oriflame
Oriflame sebagai penyelenggara pastilah pusing kebat-kebit,.. Karena seminggu sebelumnya abu gunung Kelud yang meletus di Jawa Timur terbawa angin dan mendaratnya di Jogja, bikin kota ini seperti disapu warna putih dan tentunya debu yang banyaaak banget. Sampai saat kami tiba di Jogja, masker tetep benda yang wajib dipakai. Awalnya sempat beredar kabar Seminar akan pindah tempat atau diundur. Panitia pasti deg-degan banget ya... Tentu ga mudah mencari penginapan untuk 1800 peserta di Hotel Bintang 5 juga venue seminar yang bisa menampung 1800 peserta sekaligus tempat makan siangnya. Alhamdulillah hujan sering turun jadinya Jogja lumayan bersih. 

masih pakai masker saat baru tiba di Jogja

Daan acara Semdir pun tetep diselenggarakan di Jogjaa. .
1800 peserta itu diinapkan di hotel yang bagus-bagus lho, bintang 5 ... Seperti saya dapat di Hotel Tentrem Jogja.


lobby Hotel Tentrem


Alhamdulillah, kamar kami di Hotel Tentrem besaaar

Teman lainnya ada di Sheraton, Aston, Eastparc, Phoenix, Melia Purosani. Lalu dari hotel ke lokasi acara telah disediakan bus pariwisata yang besaar banget. Kita tinggal naik aja ga mikir biaya transport. Di tempat seminar, panggung acaranya besaaar banget dengan Layar LCD raksasa. Acaranya rapi dan yang salutnya lagi, untuk makanan seluruh peserta seminar, Oriflame memberikan pelayanan katering dari Hotel Hyatt. Ga dibedain yang VIP pake katering hotel, yang level SM pakai apa.. semua sama istimewa.. pantesan rasanya endaang bo. Rasanya baru sebentar masuk materi, sudah disuruh keluar untuk menikmati coffee break, lalu masuk sebentar.....eeeh sudah disuruh keluar untuk lunch. Terus, masuk jam 2 siang, ada materi bentar...nah jam 4 sore udah harus keluar coffee break lagi.. Duuuh, sampe capek disuruh makan terus.. hahaha.

Suasana seminar


Katering dari Hotel Hyatt saat Welcome Dinner, juga untuk di acara Seminar Director

Musik ? Wah ya pastiiii.. ini sebetulnya seminar apa pertunjukan musik yaaa? Jangan dikira seminarnya model duduk serius mendengarkan panelis.. Ini pematerinya berdiri, dan setiap kita memasuki sesi acara, ada musik dulu buat kita merontokkan semua energi negatif. Cukup berdiri di kursi masing-masing aja ya, bertepuk tangan atau mengacung2kan balon promo..goyangkan badan kekiri kekanan...hehe.. Begitu panelis dipanggil memasuki panggung, kita duduk lagi dan mendengarkan dengan baik dan fresh.. Ga ada ngantukknya walau acara dari jam 9 sampai jam 6 sore.

Acara hari pertama dimulai dengan Welcome Dinner. Makan malam ala ala pasar malam yang ada aneka booth untuk permainan dan dihibur oleh Nidji. Yiaaah, pada jejingkrakan deh ngikutin lagu Disco nya Nidji. 


Nidji lagi manggung, hebooh !

Besoknya disambung dengan Seminar Hari 1. Hari pertama ini materinya lebih untuk mengisi jiwa kita... Pematerinya mulai dari sharing dari para leader yang sudah di posisi puncak sampai dengan motivasi oleh Tung Desem Waringin. Jadi ngertiii deh, pantesan pak Tung ini salah satu motivator termahal di Indonesia. Beliau sangat jago mengobrak abrik emosi kita sekaligus memberikan pemahaman yang sebetulnya sudah sering dengar tapi kali ini kemasannya beda..


Pak Tung Desem bersemangat sekali yaa

Pokoknya airmata tumpah ruah di sesinya pak Tung Desem...Apa coba yang diingatkan lagi oleh pak Tung ? Tentang berbakti pada orangtua. Duuh, rasanya saya belum bisa bikin bangga orangtua. Hari ini rasanya full kuras mata.. Sembab deh mata saya.
Acara Seminar Hari 2. Oriflame bikin kejutan ngasih tahu destinasi Gold Conference 2015 ke.......L.O.N.D.O.N !! 
Bismillah, semoga dimudahkan untukku dan juga untuk para downlineku...semua yang berjuang in sya Allah dimudahkan. aaaamiiin. 


Banyak kejutan, destinasi liburan ke Korea, Turki dan Umroh yang bikin airmata keleleran lagi, produk baru dan hadiah rekrut yang baru.. di hari kedua ini. Disambung lagi dengan nostalgia Semdir tahun 2000 yang hanya dihadiri oleh 27 orang, dan beberapa dari mereka yang masih ada dipanggil naik ke panggung. Ah, momen ini cukup mengharukan...mereka lah para pionir leader Oriflame. Saat itu jumlah konsultan Oriflame baru 1000 orang. Tapi mereka tetep bertahan.. Bandingkan dengan sekarang yang jumlahnya hampir 500.000 orang... Tapi Oriflame akan semakin membesar...jangan memandang rendah diri sendiri. Jangan membuat batasan. With or without you, we are getting bigger and stronger. Tawa, sorak gembira bergantian dengan airmata di hari kedua ini. Ooh sebetulnya ini seminar apa sih yaa...

Acara Gala Dinner juga keren banget... Sebetulnya saya belum dapat tiket Gala Dinner, tapi alhamdulillah dikasih Allah lewat nenek uplineku mba Denti yang sudah berbaik hati. Belum pernah lho makan malam yang ‘Dinner’ beneran. Banyak pisau dan garpunya, tapi cuma ada 1 sendok di meja... hehehe... Makan sambil memandangi Candi Prambanan yang megah, tata cahaya yang kereen dan ada penyanyi sekelas Rossa, Sammy Simorangkir dan Woro juga musik orkestra mengalunkan lagu model Rayuan Pulau Kelapa.. udah kayak acara kenegaraan aja.. Rasanya seperti ada dimanaaa gitu. Seperti di dunia mimpi. Panggung dan acaranya juga megah. Daan cash award nya berbentuk seperti gunungan wayang. Unik banget deh. Kok Oriflame kepikiran punya ide begini ya.. Saluuuuuut buat Tim kreatifnya.




Prambanan yang megah dan anggun jadi latar belakang panggung yang indah (atas)
Rossa dan Woro diapit manajemen Oriflame (tengah)
Gala Dinner Set Menu (bawah)

Rasanya bener-bener dimanjain sama Oriflame... rasanya bener-bener pingiiiiin ngajak downline ke sini biar ikutan dapat fasilitas wah gini dari Oriflame.. Bener-bener selingan liburan yang menyenangkan buat ibu rumah tangga seperti saya, selama ini sibuk ngerjain bisnis dan rempong mengurus keluarga sehari-hari.
Biar pada ngerasain dan lihat sendiri... Oriflame tuu, biaya gabungnya murah bangeet. Biasanya Rp. 49.900, daaaan cuma Rp. 24.900 bulan ini. Tapi kalau kita berani memenuhi kualifikasi tiap challenge nya Oriflame juga berani kasih reward ke kita ga tanggung-tanggung. Kalau gabung di d’BCN bayar segitu masih dapat web replika pula, dan aneka training.. Jadiii kalau masih melewatkan peluang Oriflame rasanya....  rugiiiii bingit deh.

See you yaa ! Kalau mau daftar Oriflame dan ikut seru-seruuan bareng kita, boleeeeh..... silakan klik di http://www.daftardbcn.com/?id=anandabarca atau kontak saya :D

Kandi J 0813-8984-8821 (Telkomsel) triayusrikandi@yahoo.com  pin BB : #297D86BF

Selasa, Januari 07, 2014

Jalan-jalan Nostalgia - Medan

Medan,aaa
hmmmm terakhir kali ke sini tahun 1999... wah seneeng banget rasanya saat ada kesempatan bisa kesini lagi.
Langsung deh, nyusun rencana tempat-tempat mana aja yang mau dikunjungi.

Karena akar keluarga kami di Medan, dan ini juga karena ada sepupu kami yang menikah, jadi...otomatis bakal ketemu keluarga dan seputar acara keluarga...

Asyiiiik, ada banyak makanan enak dan makanan khas Medan yang sering jadi menu klangenan -kalau bahasa jawanya, saat acara Hari Raya...sekarang bisa dicicip langsung.

City Tour hari pertama, ingin mengunjungi Toko Es Krim masa kecil dulu... Tapi yaa, penampilannya sudah jauh berubah. Kalau dulu ada toko kecil di dekat toko jam seputar Jl. Surabaya yang mejanya bundar, dan kursinya juga bulat-bulat. Es krim jagungnya enaak banget... sekarang, nyari toko yang sama udah bingung, mana yaa...hehe.. Karena jalanan macet dan susah bener mau parkir, jadi masuk ke toko es krim mana saja yang penting ada tulisan Halal-nya..

Pilihan kami ke toko ini.. trus langsung pesen es krim jagung.... pas datang ga sabar nyicipin... Rasanya  enaaak, walaupun sepertinya masih lebih khas yang dulu... :) Anak-anak ga sabar nyicipin rasa yang lain, dan semuanya enaaak lho. Satu porsinya Rp.5.000,- lumayan lah buat obat kangen..

Papa pesen telur setengah matang dan Kopi aceh... Hmmmm, enaak, terbayang suasana sarapan saat masih kecil dulu. Bapak kadang juga minum kopi + telur setengah matang. Lengkap dengan garam dan merica..

Sehabis dari sini, kami mampir dulu ke rumah kakak ipar di Jl. Amaliun, supaya bisa ikutan jalan ramai-ramai keliling Medan. Ternyata yaa, biar pun rumahnya di tengah kota Medan, keponakanku malah belum pernah ke Istana Maimun...hehe.

Selanjutnya ke Masjid Raya. Berhubung hari itu Jumat, jadi kami datang setelah sholat Jumat usai... Masjidnya megah, arsitekturnya khas seperti di Turki. Atapnya seperti Masjid Azizi di Tanjungpura Langkat yang dicat hitam. Ada menara yang tinggi dengan bendera khas bulan sabit diatasnya. Jadi membayangkan dulu hubungan dengan kesultanan di negeri itu pasti cukup erat.

Di sampingnya ada pelataran luas, dan sebelah belakang ada pemakaman. Masyarakat umum bisa juga dimakamkan disitu dengan izin khusus dari Sultan. Oke, selanjutnya kita ke Istana Maimun... tapi ceritanya di tulisan berikut ya friends...
Makasih sudah membaca, ..... :)