Selasa, Agustus 08, 2017

Kutinggalkan Bayiku Pergi Haji - Armina Yang Menghujam Kalbu - ARAFAH DAY 2

Hari ini 9 Dzulhijjah

Harinya Wukuf di Arafah.

Pagi itu suasana tenang, udara cukup dingin dan matahari belum muncul tapi sudah terasa panasnya. Aktivitas sudah ramai sejak jam 3 pagi. Mulai banyak yang antri ke toilet untuk mandi dan wudhu.
Saya mengajak pak suami untuk mencari teh hangat. Kebiasaan saya selalu minum teh hangat di pagi hari.
Rupanya di meja makan belum ada air ... jadi kami berjalan-jalan mengelilingi area sekitar maktab. Sampai di dapur, terlihat kesibukan petugas katering sedang masak dan menanak nasi untuk sarapan.
Mereka sudah membuat teh, dan jamaah haji di sekitar dapur boleh mengambil teh yang disediakan. Alhamdulillah.
Sempat kami foto-foto sejenak berlatar bukit yang ada di Arafah.
Lalu kembali ke kemah untuk bersiap-siap menghadapi wukuf.

Selesai makan, mandi dan sholat Dhuha, jamaah haji lebih banyak membaca Al Quran atau berdzikir.
Saat menjelang wukuf, suasana makin syahdu.
Dzikir dan doa yang dilantunkan dan ceramah dari pemimpin haji di maktab sangat menyentuh hati.
Diingatkan tentang siapa kita dan kemana kita kelak akan pulang. Diingatkan tentang syukur atas segala nikmat apa saja yang Allah berikan pada kita. Baik kita suka atau tidak, semua itu baik untuk kita... Semua itu kasih sayang Allah.
Kita sampai duduk di sini di Arafah pun karena kasih sayang Allah. Berapa banyak orang ingin berhaji, berapa banyak uang yang telah dikeluarkan, kalau Allah tidak menghendaki, maka tidak akan sampai.
Diingatkan tentang orangtua dan kasih sayang mereka, dan banyak orang yang juga terpisah dengan orangtua atau tak pernah bertemu dengan ayah ibunya.
Juga tentang pasangan kita... Dari milyaran manusia, dipasangkan Allah dia yang jadi suami/isteri kita. Sementara banyak orang masih mencari mana pasangan hidupnya.
Tentang anak dan masih banyak keluarga yang menunggu kapan Allah memberi mereka keturunan.
Sungguh sudah banyaak sekali nikmat yang Allah beri, namun sedikit sekali kita bersyukur.

Saya meleleh..
Airmata terus turun membasahi jilbab dan baju saya.
Teringat semua pembangkangan saya pada Allah.
Rasa marah, kesal karena diberi ujian hidup yang saya benci, kadang saya merasa Allah jahat,
memberi saya masalah yang tidak ada jalan keluarnya,
padahal sayanya yang tidak mau merendah dan datang pada Allah.
Disela-sela dzikir dan doa itu saya berdialog pada Allah.

Dan Allah menjawabnya langsung.
Masya Allah betapa indahnya perasaan khusyuk ini.. Allah begitu dekat dan kita sedang berbicara dengan Sang Pencipta kita. Gemetar rasanya seluruh badan dan jiwa.
Saya bukan mendengar kata... tapi ada pemahaman yang masuk ke dalam hati kita dan keyakinan bahwa ini sungguh Allah.
Perasaan bahwa kita sedang berdialog langsung dengan Sang Pencipta itu memang sulit digambarkan.
Di saat itu juga ada rasa sejuk dan damai yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Rasanya melebihi saat kita bepergian jauh lalu pulang ke rumah dan dipeluk ibu tercinta dengan rasa teramat rindu.

Ya Allah, siapa saya ini...
Dan saya paham, saya adalah ruh yang berasal dari Allah dan sewaktu-waktu akan kembali pulang.

Ya Allah, mengapa Engkau menciptakan saya ?
Dan saya jadi paham.... Allah mau memberikan banyak kebaikan untuk saya di dunia ini, maka sembahlah Allah.

Ya Allah...terimakasih sudah membiarkan saya hadir di dunia ini pada waktu yang ini. Terbayang wajah semua orang yang saya cintai, anak, suami, ibu, bapak, abang adik semuaanya... Teman, keluarga, semua wajah berkelebat dengan cepat.

Ya Allah, aku sadar aku hanyalah ruh yang engkau masukkan ke tubuh ini...
Mohon bimbinglah aku Ya Rabb agar kembali padaMu dengan baik dan tenang. Janganlah aku menyakiti atau menyusahkan orang lain...
Tolonglah anak keturunanku supaya bisa mengenal dan dekat dengan Mu juga.
Bimbinglah anak-anakku dan keluarganya walaupun aku kelak sudah tiada. Kasihanilah mereka..
Ya Allah mohon mudahkan aku dan keluargaku di akhirat kelak.
Kumpulkanlah kami di surga ya Rabb... ijinkan aku bertemu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
Ijinkan aku memandang WajahMu ya Rabb.

Ya Allah ampuni aku...

Ya Allah... kasihanilah aku... bimbinglah aku ya Rabb..
Aku sering bingung, aku sering ga tahu harus berbuat apa..tanpa Engkau aku pasti salah jalan ya Rabb..

Ya Allah....


Rasanya saya terus memanggil Allah, seakan Allah sedang duduk di hadapan saya dan menggenggam tangan saya.
Saya sadar waktu saya tidak banyak....begitu banyak yang ingin saya ucapkan, yang ingin saya mohonkan..
Sebentar lagi wukuf selesai, sebentar lagi Ashar, sebentar lagi harus ke Muzdalifah, sebentar lagi harus kembali ke Mekkah, sebentar lagi kematian datang ya Allah..

Pak pemimpin doa menyatakan kita memasuki akhir wukuf, rasanya airmata makin bercucuran.
Suami dan isteri dipersilakan saling bertemu dan bermaafan.
Suasana mendadak ribut, karena ibu-ibu di sebelah saya menangis sambil memanggil suaminya.

Saya lihat suami saya berjalan mendekati.
Kami saling mendekat dalam diam dan berpelukan sambil menangis.

Saya memandangnya dari sisi yang berbeda sekarang.
Inilah manusia yang dipilihkan Allah untuk jadi imam saya.
Kasihan, kelak dia harus berdiri di hadapan Allah mempertanggungjawabkan semua perbuatan saya sebagai isteri dan bagaimana dia mendidik saya.
Semoga diringankan beban pertanyaan untukmu ya pa..
Semoga kita disatukan hingga ke jannah.. Aaaamiiin..

Wukuf di Arafah memang sungguh luarbiasa.
Berjumpa dalam artian sungguh berbicara dengan Allah itu rasanya.... tak terbayangkan.
Tempat yang suhunya panas membakar ini, padang pasir gersang dengan angin yang panas ... yang secara fisik jauh dari kata indah... tapi justru di sini saya mengenal arti bahagia yang sesungguhnya.
Kebahagiaan ternyata bukan karena kita berada di tempat indah, berpakaian yang cantik dan segala sematan duniawi yang selama ini jadi indikator rasa bahagia kita.
Kebahagiaan itu hadir saat diberikan rasa bahagia oleh Sang Pemilik Rasa.

Saya baru mengerti ungkapan hadist, bahwa kebahagiaan tertinggi di surga adalah saat bertemu dan bisa menatap wajah Allah secara langsung.
Baru dikasih setetes kenikmatan bersua Allah sebentar begini saja rasanya jiwa bungah dan hati membuncah bukan main.
Apalagi bila bisa menatap wajah Allah, Zat Maha Pengasih dan Penyayang secara langsung.

Di Arafah inilah saya berniat ingin membuat tulisan ini. Yah, pada kenyataannya tak semudah dugaan saya. Banyak kesibukan tak menentu yang membikin tulisan ini tak kunjung selesai. Niat saya hanya semoga semakin banyak yang berniat berhaji selagi muda. Percaya Allah akan mudahkan dan menjaga semua urusan dan keluarga yang ditinggalkan.
Semoga teman-teman semangat berikhtiar supaya segera masuk dalam daftar antrian haji ya.
Lamanya jangka waktu antrian jangan dipusingkan. Tambah saja kualitas keimanan kita, tambah lagi ilmu agama kita .... siapa tahu Allah panggil berhaji lebih cepat daripada antrian yang bertahun-tahun itu.
Karena waktu toh bukan punya kita.
Tugas kita lah menjalaninya dengan sebaik aktivitas yang kita bisa.

Insya Allah.

Bersambung ke : Mina dengan Sejuta Rasa

Jumat, Juni 09, 2017

Kutinggalkan Bayiku Pergi Haji - Armina Yang Menghujam Kalbu - ARAFAH DAY 1

Armina adalah Arafah - Muzdalifah - Mina.

Tiga tempat yang jadi puncaknya ibadah Haji.
Yang paling dinanti seluruh jutaan manusia yang sedang berharap cemas agar ibadah Hajinya lancar dan tuntas dan beroleh Mabrur.
Karena ganjaran ibadah haji yang mabrur adalah surga** Aaamiin.

Catatan tentang Armina sebagian sudah saya tulis di Notes FB nanti saya sambung link nya kesini. Dengan catatan kalau inget yah...
Baiklah, saatnya menggali semua ingatan luarbiasa yang ingin saya bagikan.

============
Arafah Day 1

Pak Pembimbing bolak balik mengingatkan untuk kami yang baru pertama kali berhaji agar bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Karena ibadah haji yang pertama kali sifatnya wajib. Sedangkan untuk yang berikutnya jadi sunnah. ( Beberapa pendapat menyatakan tidak seharusnya menunaikan ibadah haji lebih dari sekali karena Nabi Muhammad SAW tidak mencontohkan. Namun saya tidak akan membahasnya.)

Jadi dari awal menjelang Armina, persiapan dilakukan betul-betul serius.
Untuk saya, bareng ibu-ibu lain mulai dari membeli sabun khusus yang tidak wangi, mencari roll on deodoran yang juga tidak wangi. Menyiapkan sandal dan kebutuhan lain yang belum dibawa dari tanah air. Macamnya bisa banyak banget. Dari peniti, kaus kaki, panty liner, pembalut, aneka tali, dlsb.
Yang bapak-bapak mulai dari membeli sabuk yang baru, obat-obatan dan juga peralatan mandi yang tidak wangi.
Karena saat berihram kita tidak boleh memakai wewangian kan, jadi ini pada ganti semua deh khusus buat Armina.

Yang ga ketinggalan, teman-teman juga menyiapkan aneka bekal makanan. Bahkan hingga satu tas besar khusus makanan kecil, aneka roti dan selai, buah, air minum, jus, susu, biskuit ... duuh kadang terpikir ini kok rada lebay... Tapi ya sudahlah, kalo bisa dibawa ya dibawa, kalau ga bisa dibawa bilang baik-baik pada teman, jangan sampai bertengkar.

Menjelang keberangkatan ke Armina, sudah diumumkan akan berangkat jam 2 siang, jadi jam 12 siang harus sudah selesai packing, sudah harus kelar makan siang, mandi dan berwudhu, sholat Dhuhur lalu kalau sudah siap semua, harus berniat ihram.
Menyiapkan mental untuk memasuki masa wukuf.

Saat diumumkan bis sudah datang, kami turun menuju lantai dasar hotel dengan wajah tegang. Walau bagaimana.... kisah-kisah tentang balasan Allah pada segala perbuatan kita semasa di tanah air berpengaruh juga ya. Tidak ada yang bersuara....semuanya diam dalam dzikir. Percaya atau tidak, udara rasanya berbeda. Suasananya panas, suhu udara di luar hotel terasa panas sekali, tapi ada semacam naungan ...entahlah apa namanya. Seperti cuaca mendung namun dalam suhu yang sangat panas. Sudahlah tak perlu melirik angka termometer... Setidaknya 40+++°C.
Pak pembimbing mewanti-wanti karena suhu akan panas sekali, jadi harus hemat tenaga. Jangan mengangkat barang berat. Dorong saja pakai kaki.
Jadi begitulah, kami mendorong tas kami dengan kaki dalam diam dan suhu yang membakar. Keringat bercucuran, tapi tak ada yang berani berkomentar.
Baju putih yang saya kenakan rasanya sudah mulai basah, jilbab pun mulai basah dan kepala mulai cenat cenut. Tidak ada cara lain mengusir rasa tidak nyaman ini selain banyak minum air putih dan berdzikir.

Bis tidak kunjung boleh dinaiki, jadi lobi hotel pun menjadi makin sesak oleh rombongan jamaah. Selain makin panas, untuk bernapas juga makin sesak karena udara pengap. Saya dan suami melipir ke pinggir pintu supaya dapat udara. Mulut ini rasanya sudah gatal mau bertanya kapan kita berangkat, kapan boleh naik ke bis, tapi berusaha menahan diri.. Selain harus hemat tenaga, sebaiknya juga hemat bicara yang ga perlu. Selain untuk menjaga emosi diri juga agar tidak memancing keributan dengan jamaah lain.

Akhirnya kami naik bis juga dan mulai berangkat setelah didoakan pemimpin mu'asassah (Pelayanan Jamaah Haji).
Lalu saat bis berangkat sambil memandangi lalulintas di jalanan saya terpikir, akankah saya kembali dengan utuh... kalau saya kembali apa yang akan terjadi di Arafah. Banyak yang terlintas di benak saya.. Apa ya yang akan Allah tunjukkan pada saya. Saya deg-degan .... terbayang dosa-dosa dan kenakalan yang pernah saya lakukan sejak kecil. Akankah saya bisa berdialog langsung dengan Allah, seperti apa ya rasanya ? Kalau seperti di sholat Tahajjud rasanya kok saya ga begitu khusyuk.
Parah banget saya ini.. Duh, ampuni aku ya Allah. Mohon kasihani aku. Sudah setua ini, masih lemah sangat kadar imanku. Tolong bimbing aku...

Bis kami tiba di Arafah menjelang Maghrib, dan langsung berhenti di pinggir kemah. Sepertinya bis kami rombongan terakhir. Karena kemah-kemah sudah penuh oleh rombongan jamaah lain yang duduk berdzikir. Kami meletakkan tas di tempat yang disediakan, dan ternyata tidak datar. Jadi kalau tiduran pasti akan bergulir ke kanan dengan sendirinya. Hehehe.. ya sudahlah dinikmati saja.
Antara pria dan wanita dibatasi oleh sekat ala kadarnya saja. Tapi rasanya tidak sempat untuk tolah toleh. Gimana ini ngatasi rasa panas, ini langsung menyita pikiran banget.
Semakin dipikirkan malah terasa semakin panas dan sesak.

Duuh... Panasnya ya Allah.
Kemah ini begitu panas. Bahkan berlapis-lapis alas karpet tidak bisa meredakan panas dari pasir yang langsung menyengat badan begitu kami duduki.

Apalagi yang mau disombongkan ? Baru panas di dunia ini saja aku sudah blingsatan ya Allah. Mau ngomel sama siapa ?
Rupanya panas ini ada gunanya... Malahan sangat banyak hikmahnya.
Salah satunya untuk meluruhkan lapis-lapis kesombongan yang selama ini kita tempelkan.
Peluh makin deras bercucuran.
Semoga panas ini menguapkan dosa-dosa ku semuanya.

Hari ini kegiatannya persiapan untuk wukuf di keesokan hari. Setelah Sholat maghrib bersama, ada dzikir dan setelah itu makan malam.
Sabar... semuanya harus mau sabar mengantri. Mau makan, mau ke toilet... semuanya mengantri.
Kalau makan bisa diatur lah ya... nanti saja pas rada sepi baru ambil makan.
Tapi kalau urusan ke toilet ini perlu strategi dan keikhlasan juga.
Bayangkan, pernah suatu saat perut sedang mules banget, tapi antrian di depan saya ada 8 orang. Semua toilet penuh, jadi ya mau gimana lagi.. Pokoknya langsung istighfar dan berdzikir dalam hati dan kali itu saya sungguh-sungguh berdoa semoga saya tidak mempermalukan diri sendiri. Duuh, alhamdulillah masih bisa tahan walaupun sudah keringat dingin bangetts.
Pernah juga udah ngantri lama, pas mau masuk eh disela ibu-ibu yang sudah super kebelet. Ya sudahlah... semoga saya dimudahkan di lain kesempatan.
Jangan berharap banyak tentang kebersihan, namanya juga bareng ribuan orang jamaah dari segala penjuru Indonesia.. tidak semuanya punya toilet di rumah.

Dan memangnya siapa saya mau minta diistimewakan terus... diantara ratusan dan ribuan orang ini saya bukan siapa-siapa.
Di antara milyaran makhluk ciptaan Allah dari galaksi, planet, hingga manusia, saya ini layaknya pecahan debu super duper kecil. Sudah untung lahir jadi manusia bukan jadi cacing.
Alhamdulillah..... Ingatan tentang hal ini ampuh membuat saya lebih tenang.

Namun saya jadi sadar Allah itu dekat, Ia menolong hambaNya yang berdoa sungguh-sungguh. Sungguh Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Sejauh ini semua baik-baik saja. Alhamdulillaah.
Menjelang malam, kami memilih untuk mulai tidur lebih cepat. Setelah Isya dan membaca Qur'an, saya pun bersiap tidur.

Lalu bagaimana saat Wukuf ?

Saya lanjut di tulisan berikutnya yaa... Arafah Day 2.

Kamis, Maret 10, 2016

Kang Rashied - Love Creates Everything - Sesi 1

Allah First series - Petunjuk
MT Khoirotunnissa - Musholla Al Ikhlas Puri Bintaro



Sharing dari kajian bareng Kang Rashied

Petunjuk itu mahal harganya.
Kalau kita sudah dapat petunjuk, gunakan dengan baik. Orang yg sok2an hanya pakai akal, ga pakai iman pasti akan tersesat.
Orang mencari alamat saja kalo ga pakai petunjuk pasti tersesat. Apalagi kalau hidup didunia, mau mencari Allah misalnya...ga pakai petunjuk, ya bakalan tersesat. Ketemunya nabi palsu, ketemu aliran sesat, ketemu liberalisme.
Saat tersesat, uang dan jabatan tidak kita butuhkan, tapi petunjuk itu. Masalahnya mau sampai sejauh mana kita sadar kalau sedang tersesat?

Saat usia 40an harusnya sudah mulai mantap menuju pada Allah. Sudah mulai bisa menerima kehidupan. Kalau usia segini masih dugem, masih jauh dari agama, masih belum bisa ikhlas, berarti selama ini hidupnya masih nyasar.

Ketika hati gelisah, uang itu tidak kita butuhkan.
Untuk ibu-ibu carilah suami, bersandar pada dadanya, kalau ga ada suami cari sajadah.
Setelah akal adalah agama sbg petunjuk tertinggi. Pakai agamanya.

Petunjuk itu ada 4, sesuai tingkatan umur :
1. Saat bayi dan balita : dengan tangisan memberitahu kebutuhan pada orang sekitarnya.
Kalau sudah dewasa, masih menggunakan tangisan untuk mendapat kemauannya, itu udah bukan masanya lagi.

2. Saat anak dan remaja : dengan panca indera, sudah mulai bisa memenuhi kebutuhannya. Bisa ambil minum sendiri, bisa ke kamar mandi sendiri.
Kalau kita lapar, lalu apa diam saja ? Pasti berpikir kan, gimana caranya...apa beli ke restoran ya..
Yang menimbulkan rasa lapar siapa ? Allah.
Yang memudahkan kita memenuhinya siapa ? Allah.
Jangan mengaku2 semua berkat pikiran sendiri. Ada Allah yang selalu memberi tahu.

3. Dengan akal : mulai menggunakan ilmu.
Namun semakin lama menambah ilmu, aneka kursus, pengajian ini itu, aneka taklim, S1, S2, S3 kenapa tidak membuat jadi makin tunduk pada Allah ? Ya beginilah kalau kita hanya pakai akal. Ilmunya tidak dipahamkan dengan hati.
Tidak bisa semua hal di cerna dengan logika. Harus pakai hati juga. Tidak semua hal selesai cukup dengan akal.

4. Agama.
Ini petunjuk tertinggi.
Semua orang sudah dititipi petunjuk ini. Bahkan yang jauh dari peradaban Islam sekalipun.
Tidak ada yg bisa menolak petunjuk Allah. Tapi kenapa banyak yang berpaling ? Karena saat petunjuk dtg, ditepisnya kuat-kuat.
Hati2, Allah kok disiasati, Allah mau dikibuli. Memangnya siapa yang lebih berkuasa ? Kalau begitu terus, Allah akan biarkan kamu makin menjauh... dibiarkan makin tersesat.
Contohnya : panggilan adzan. Itu petunjuk yg memanggil semua orang, bukan hanya muslim. Tapi yang menerimanya  hanya yg beriman.

Contoh kasus : anak yang nakal sekali, ga mau sekolah, maunya main game. Bapak ibunya pusing. Akal S2 dan S3 ga bisa menyelesaikan masalah ini.. malah makin ribut.
Bapaknya datang ke kiai, harus digimanain anak saya ini... Sama pak kiai malah disuruh orangtuanya utk bertobat.
Anak mah ga salah, yg salah akarnya..yaitu orangtuanya.. Setelah taubat, rutin baca sayyidul istighfar, alhamdulillaah sang anak berubah. Malah ingin mondok ke pesantren, dan sekarang malah sudah hafidz Quran. Terbukti, taubat dan istighfar itu menarik rezeki.
Rezeki itu bukan semata uang yaa..
Anak sholeh, rumah tangga sakinah, hati yang tenang itu semua rezeki dari Allah.

Diluar rumah muamalah, kita bisa pakai akal...ditambah hati.
Di dalam rumah muasyarah
Ga cukup pakai akal. Utk mengurus rumah tangga, pakai agama yg utama, lalu..pakai hatimu.

Anak, suami, semua itu titipan... Pemilik hati mereka adalah Allah. Minta atuh pada Allah, supaya hati mereka dijaga Allah.
Kalau ga bisa jaga titipan, nanti Allah akan punya cara utk mengambilnya.
Baik itu harta, anak, suami, tubuh kita, wajah, kecantikan semua itu titipan... kalau tidak dijaga, Allah pasti punya cara untuk mengambilnya. Bahkan niat ibu2 tadi datang ke taklim memangnya siapa yang tiupkan ke hati ibu ? Allah yang titipkan. Tinggal ibu yg kuatkan niat itu utk benar2 melangkah ke sini. Itu petunjuk.
Mari selalu mendekati Allah, supaya gampang menerima petunjuk. Jangan galau melulu.

Kamis, Januari 21, 2016

Ust. Erick Yusuf - Islamic Lifestyle

Kajian bersama Ust Erick Yusuf
Pimpinan SMP Kreatif IHAQI Boarding School Bandung.

Awal :
Sekarang banyak orang ikutan melakukan sesuatu tanpa ada barrier. Seperti ga dipikir dulu baik buruknya dari sisi tuntunan agama. Padahal semua ada unsur cari untungnya doang... Sebentar lagi mau Valentine, itu pasti bakalan rame semua orang ikutan merayakan.
Hati-hati ini konspirasi besar... ada industri besar utk menjual pornografi. Pelaku industrinya sudah mulai turun ke usia dibawah SD. Supaya anak2 akan sangat permisif saat dewasa nanti. Jadi saat anak2 besar, produk mereka akan mudah dijual. Ini semua saling berkaitan dari majalah, musik hingga film.

Ayo bunda kenali karakter anak2 kita..
Karena kebutuhan emosi tiap anak berbeda2.
Jaga supaya energi mereka stabil... anak2 sangat full energy. Biarkan mereka menyalurkan energinya pada hal yg positif.
Harus kreatif supaya mereka juga suka. Ortu juga hrs peka dg acara2 yg akan diikuti anak2.
Atau kalau sepertinya acaranya bakalan negatif, bikin siasat ajakin anaknya pergi kemana yg mereka harus ikut..nonton, makan bersama keluarga besar, mancing dst.. ini lebih positif drpd diceramahi ttg bahayanya, haramnya kegiatan Valentine misalnya.

Syar'i = jalan yg besar.
Islamic Lifestyle =Kehidupan yang Syar'i
Tatacara kita menjalankan kehidupan sesuai dg tuntunan agama.
Selama masih di jalannya, masih syar'i,.. gapapa.
Tapi hrs diingatkan, bila sdh di pinggir2 supaya tdk tergelincir masuk jurang.

Agama ini jalan penuntun kita supaya kehidupan kita selamat dan bermanfaat dunia akhirat.

Jadi kalau melihat aturan menjalankan kehidupan kita lihat dulu
1. Aturan pertama Al Quran
2. AsSunnah, bila Al quran masih bias menjelaskannya.
3. Ijma ulama
4. Qiyas

Apakah semua yg tdk dicontohkan Rasulullah berarti mudharat ? Berarti bid'ah ?

Nah, belum tentu... karena ada Ijma dan Qiyas ulama..
Contoh dzikir di malam tahun baru... ini sebetulnya sebagai alternatif kegiatan supaya orang yg punya kelebihan energi, bisa cari kegiatan positif.... kontra dari acara2 yg maksiat.
Sekarang malah bisa jd solusi kan..
Contoh lain, tentang cara makan... cara berpakaian. Kan ga semua sama.. apakah bid'ah semua sedangkan yang dimakan beda.. ?!

Tugas kita memperlihatkan mana yg baik... Jadi agen muslim yg baik. Tapi nanti yg memberi hidayah itu Allah, krn Allah lah yg membolak balikkan hati manusia.

Sekarang ada orang yang hijrah dari yang buruk menjadi baik. Namun ada juga orang yang Zuhud... meninggalkan yg baik menjadi lebih baik lagi.. ini bukan berarti menyendiri hidup di gua hanya sholat saja. Nanti dptnya hanya pahala sholat. Tapi coba dia turun ke desa, bermasyarakat, membantu yg kesusahan...itu kan lebih besar pahalanya dan lebih bermanfaat.
Contohnya lagi ..sekarang tren nih nongkrong bareng teman.. Istilahnya ngupi2 cantik...... Yang dimakan halal, cara berpakaian syar'i... Tapi kalau ga ada tujuannya...jadi yg ga ada manfaatnya. Ujungnya malah ngomongin orang.
Apapun aktivitas kita harusnya ada manfaatnya. Entah itu silaturahim, atau bisnis. Yang ga boleh itu yang tidak membawa Allah dalam urusan kita... hati2 bisa jadi maksiat lho.

Kalau kita tahu sesuatu itu ada keburukannya, ada yang dirugikan, harusnya ga perlu dalil halal haram lagi..langsung tinggalkan saja.
Contohnya : rokok

Jadi, apa yang dimaksud dengan Islamic Lifestyle alias Kehidupan yang Syar'i tadi ?

Perhatikan ayat Allah berikut :

Qs Al Bayyinah ayat 5

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Qs Al Dzariyat : 56

Kandungan QS. Adz Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالاِنسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ  
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Ibadah --- seperti budak yg menghamba pada tuannya.
Jaman dulu, hidup sang budak semua itu tergantung apa kata tuannya. Pokoknya demi kepentingan si tuan.
Tapi Manusia menjalankan perintah Allah itu utk kepentingan manusia, bukan utk Allah. Allah itu sudah Maha Kaya duluan lho.

Mukhlissina lahud diin : orang yg ikhlas memurnikan agama.
Diin - agama : dari kata ketaatan menjalankan perintah Allah.
Madinah : org2 yg taat menjalankan perintah Allah
Kalau tidak murni, biasanya org melakukannya krn tujuan selain Allah. Ingat : Segala perbuatan tergantung dari niatnya.
Mari dilatih lagi niatnya bagaimana. Harus bener dari awal.
Dakwah itu harus memenangkan hati, bukan dg aturan keras dan kecaman.
Itulah kenapa, para Sunan Wali Sanga dulu pas awal2 idul adha, yg disembelih hanya kambing atau kerbau. Tidak sembelih sapi.

Hunafa : yang lurus
Agama yg lurus adalah yg menegakkan sholat dan menunaikan zakat.
Aqiimussholaah : hablumminallah
Menunaikan zakat : hablumminannaas

Allah tdk akan ridha :
Yg ahli ibadah, sujud melulu, tp pagi2 sudah gibah, memaki2 orang, ga mau sosialisasi...berarti belum hablumminannas
Yg rajin sosialisasi, ramah dan suka menolong, tp ga mau sholat... Sama ajah.
Memurnikan itu harus setiap hari, kita hrs berupaya jadi lebih baik terus.

Kuncinya : harus dzikir terus mengingat Allah.

Lagi sytress tahu2 adzan, ini sebetulnya saat utk menghilangkan stress. Pakailah wudhu sbg ajang persiapan, krn kita akan memasuki dimensi lain utk bertemu dg Allah...yaitu sholat.

Baca audzubillahi minasy syaitonirrojiim dg khusyu, coba deh.. Seakan2 artinya menempel di bibir.
Coba sebelum sholat..
Yakinkan, bahwa kita ini berlindung pada Allah saja. Bukan yang lain.
Apa sih yg Allah tidak bisa bantu, Apa yg Allah tdk bisa tolong.
Apa yg kamu takutkan ? Allah tahu kok apa masalah kita... Lalu Kenapa tidak datang dan minta pertolongan pada Allah saja ?
Kenapa masih gelisah, masih takut dan khawatir ?
Kenapa masih tidak YAKIN bahwa pertolongan Allah itu dekat?
Masalahnya akhlak kita sama Allah gimana.
Wong Allah tahu kok isi hati kita... tapi ditunggu kapan kita mau minta sama Allah.
Allah beda dg manusia.. Allah semakin diminta semakin senang. Bedaaa dg manusia, sekali dua kali kita minta mungkin masih senang... tp makin lama makin eneg.
Kalau dikasih ujian Allah suruhnya kita tuh hanya sabar dan sholat. Allah itu yang kasih ujian, Allah juga kok yang akan menyelesaikan.. Karena sudah disebutkan di Asmaul Husna.. nama yang pertama2 harus kita yakini... Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sayangnya melebihi kasih dari orangtua.. kenapa masih tidak percaya kalau solusinya ada pada Allah ?
Itu baru baca taawudz saja harusnya getarannya sudah bikin merinding. Coba deh diperbaiki lagi sholatnya.

Sabar itu bukan pasrah diam saja ya bu..
Tapi menahan potensi buruk yg bisa muncul dr dirinya..sambil tetep berikhtiar. Insya Allah kalau ikhtiarnya poll, hanya waktu yang akan menjawab hasilnya.

Mari... Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu saat ada masalah. Jadi hamba yang ikhlas menjalankan aturan Allah, baik yang ibadah menuju Allah atau menolong sesama manusia.

Terima kasih sudah membaca.
Semoga bisa dipetik hikmahnya.
Wassalamualaikum wrwb.



Sabtu, Oktober 10, 2015

Kutinggalkan Bayiku Pergi Haji - Mekkah - Berguru pada Allah

Berguru pada Allah

(Bagian ini saya pisah supaya teman-teman lebih nyaman membacanya.)

Begitu banyak pengalaman indah selama di Mekkah yang semuanya mengandung hikmah. Supaya kita selalu rendah hati.
Ini adalah pengalaman pribadi saya dan teman-teman satu rombongan. Jadi jangan disamaratakan semua orang pasti akan mengalami hal yang sama yah... intinya sih, berbaik sangka sajalah pada Allah SWT. Allah selalu Maha Pengasih dan selalu memberikan yang terbaik. Sungguh kasih sayang Allah  seluas bumi dan langit untuk kita walaupun ditengah hamparan jutaan manusia yang sedang berhaji, pertolonganNya begitu dekat.


Di mana KFC nya ?

Saat baru tiba di Masjidil Haram dan selesai menunaikan ibadah umrah pertama, kami duduk sarapan di KFC yang saya ceritakan diatas. Pak Pembimbing  meminta kami menghapalkan nomer pintu masuk ke Masjidil Haram, letak KFC ini dan tempat Toilet yang nyaman, supaya memudahkan untuk janjian pulang dan pergi dari sini. Lalu salah seorang jamaah pria bilang, “Saya besok mau coba jalan sendiri Pak”. Ditanya, bapak sudah bisa hapal kan tempat patokan keluar masuknya ?.. “Ah gampang pak, KFC nya di Hilton ini besar kok. Bisalah saya”. Besoknya bapak ini pergi ke Masjidil Haram sendiri untuk pertama kali dan tidak pulang selama 24 jam karena kesasar. Ga ketemu mana itu KFC Hiltonnya. Saat dicari oleh pak Pembimbing disuruh menunggu di lantai bawah Hilton. Setelah ketemu dengan pak pembimbing, ternyata bapak itu sudah bolak balik kesitu tapi ga bisa ketemu mana KFC nya…jadinya berputar-putar sendiri di depan KFC yang tulisannya udah gede banget padahal yaa. Tetap saja beliau tidak kelihatan.... SubhanAllah.

Ibu Bima yang selalu kesasar

Di kelompok kami ada seorang nenek yang berasal dari BIMA NTB.. Beliau tak bisa berbahasa Indonesia. Jadi memang sulit berkomunikasi dengan kami. Selalu ada yang ditugaskan menemani ibu Bima ini supaya ga hilang. Sebetulnya ini jadi ladang amal ya…tidak dijadikan beban bagi yang kebagian tugas. Lucunya walaupun sering hilang, bu Bima ini selalu bisa pulang sendiri ke hotel. Entah diantar petugas haji, diketemukan pak pembimbing. Bahkan di Mina, suami saya menemukan bu Bima tersesat diantara tenda-tenda yang bentuknya serupa karena bingung mencari toilet. Luar biasa sekali pertolongan Allah untuk bu Bima. Subhanallah.

Saya (ga) kebagian hadiah

Saat musim haji, banyak warga Mekkah yang menyumbangkan makanan untuk jamaah haji. Biasanya dibagi di jalan raya. Ada kurma, susu, juice, dan buah-buahan yang sudah dikemas di plastic-plastik lalu dibagikan di saat kita selesai sholat Isya. Lucunya saya ga pernah dapat sama sekali. Saya harus berusaha keras menepis iri…haha karena teman-teman dengan ceria memamerkan sumbangan warga itu. Kenapa cuma saya ga dapat ya..apa Allah marah sama saya… sampai segitunya... pokoknya getun sendiri.. Ehh…tahu-tahu mbak Ana masuk kamar sambil membawa bungkusan hadiah itu dan satu bungkus punya mbak Ana dikasihkan ke saya. Astaghfirullah..sungguh ga boleh iri dengan rezeki orang lain, Allah tetap akan kasih ke kita kok walaupun jalan rezeki itu berbelok-belok....kalau memang itu jatah buat kita.....jadi malu deh saya. Udah mikirnya negatif aja pada Allah.

Pintu yang diprotes

Di hotel kami di Mekkah, ada balkon dan teras kecil.. Di kamar disediakan AC yang bisa terus menerus ON 24 jam.. Tapi lama-lama ya suntuk juga pake AC terus. Kami berencana membuka pintu ke balkon supaya bisa duduk-duduk di teras tapi pintunya macet. Setelah protes berulangkali ke pengelola Hotel yang namanya Mu’az, pintu balkon itu pun dibenerin biar bisa dibuka. Tapiii… boro-boro bisa duduk leyeh leyeh di teras balkon.. Baru saja pintu dibuka sedikit, bulu-bulu merpati langsung terbang masuk ke dalam kamar. Rupanya di Mekkah ini banyak banget burung Merpati dan mereka bersarang di balkon rumah. Sampah dan kotoran merpati ya pasti ada, tapi bulunya wiiih banyak banget. Alhasil pintu itu ditutup rapat lagi.. kalau kami bosan dengan AC, saat pagi hari jendela dibuka..tapi ya Cuma sebentar saja. Karena jam 8 pagi, suhunya sudah panas dan gerah lagi. Dasar yaaa kita ini hobinya protes… astaghfirullah.
Di seputar Masjidil Haram juga banyak burung Merpati, namun tidak ada orang yang kejatuhan kotoran burung.. di tempat menjemur juga begitu…tidak ada baju yang terkena kotoran. Alhamdulillaaah.. Tampaknya sudah diilhamkan pada kawanan burung merpati itu untuk tidak mengotori para jamaah..kecuali pada mereka yang sudah ditentukan.

Masjidil Haram
Mana Kakbahnya ?

Masjid suci ini penuh dengan hikmah dan keajaiban. Betul-betul kita harus merendahkan diri serendahnya.. Kalau masih tinggi hati, ada saja cara Allah untuk mengingatkan kita untuk kembali meluruskan niat. Banyak juga hal-hal aneh yang ga masuk akal.
Saya dan suami pernah mengalami kejadian aneh. Saat itu musim haji sudah selesai..beberapa kloter sudah mulai pulang, jadi kami mulai bisa beribadah dengan lapang. Nah kami saat itu baru keluar dari Masjidil Haram mau menuju ke Bin Dawood Hilton untuk membeli sesuatu. Jalanannya sepi kok bukan yang padat gitu. Tiba-tiba kami dicegat seorang bapak-bapak jamaah dari Indonesia juga. Dia bertanya, “Pak, Kakbahnya dimana ?” Sampai bingung kami mendapat pertanyaan ini.. Suamiku menjawab, Lho Bapak kalau masuk ke dalam masjidil Haram ini lalu berjalan lurus saja ke dalam pasti bertemu Kakbah kok pak ! Bapak itu menjawab lagi, “Masak ? Saya sama sekali belum bertemu Kakbah sejak datang ke Mekkah ini dik” wajahnya tampak nelangsa.. Hah kok bisa ?! Kali ini bener-bener bengong mendengarnya..lalu bagaimana prosesi hajinya ya ?..pikir kami sambil beristighfar dalam hati. Lalu bapak itu berjalan masuk ke dalam masjidil haram dan meninggalkan kami yang kebingungan. Astaghfirullah, jangan sampai Allah tidak menghendaki kita bertemu Kakbah… naudzubillaaah. Semoga kali itu si bapak bertemu dengan Kakbah.

Bertemu malaikat yang minta tasbih ?

Saat mengunjungi Jabal Tsur, banyak sekali penjual suvenir yang menjajakan tasbih. Mbak Ana membeli dua tasbih cantik berwarna biru terbuat dari kuarsa.. Memang cantik..dan jarang ada tasbih berwarna biru muda begitu. Lalu dari situ kami langsung ke Masjidil Haram untuk Sholat Maghrib. Saya dan Mbak Ana dapat tempat duduk terpisah dari ibu-ibu satu rombongan..saat itu masih padat jamaah jadi kadang duduknya nyempil asal dapat saja. Kok ya pas, tempatnya hanya cukup untuk dua orang saja.
Di sekitar kami duduk dikelilingi rombongan jamaah dari Pakistan atau India.. Saat itu kami baru saja selesai sholat Tahiyyatul Masjid. Sambil duduk mengaji menunggu adzan, mba Anna sedang berzikir dengan tasbih barunya. 
Tiba-tiba pundak mbak Ana ditepuk seorang jamaah India yang kurus sekali sepertinya seorang peminta-minta. Memang banyak yang kadang meminta bekal kita..entah itu makanan atau minuman.. Biasanya sih kami memberi saja, karena sudah paham Allah pasti mengganti dengan yang lebih banyak. Tapi yang ini mendadak mbak Ana bingung..”Duh Kandi, masak dia minta tasbihku yang ini…ini kan baru aja beli. Mana warnanya paling aku suka lagi.” Ya udah mbak, coba kasih tasbih yang lain.. Mbak Ana menyodorkan yang warna kuning yang rencananya akan diberikan untuk keluarganya, ehh ibu India itu menggelengkan kepala dan tetep menunjuk ke tasbih yang biru. “aduh dia gak mau nih…gimana yaa? Belinya susah, di sekitar Hilton gak ada yang warna seperti ini” Saya memandangi ibu India itu yang tersenyum ceria sambil menadahkan tangannya. Senyumnya tulus sekali.., saya jadi kebawa tersenyum juga. 
Ya sudahlah mbak, kasihkan saja..sebentar lagi sholat dimulai nih. Akhirnya tasbih itu dikasih juga. 
Dan yang paling bikin kaget....., ternyata ibu India itu tidak duduk dari deretan di belakang kami…karena di belakang kami jamaah penuh rapat berbaris. 
lha darimana datangnya dia ? Saya ikuti kemana arah perginya ibu itu…dia malah berjalan terus sampai hilang dari pandangan kami. Ya Allah, darimana dia tahu kalau mbak Ana punya tasbih biru yaa…entah siapa dia dan darimana duduknya si ibu India itu, tahu-tahu datang dan pergi begitu saja. Dan kenapa dia meminta tasbih cantiknya mba Ana ya ? Masya Allah..Subhanallah..
Saya dan mbak Anna cuma bisa saling berpandangan dengan heran. 

Astaghfirullah Bau ini sungguh mengganggu

Masih tentang jamaah India …. Mereka ini kadang sholat tapi kakinya masih terlihat. Ga tertutup rapat seperti kita. Oiya, jamaah lain ga ada yang pakai mukena. Hanya jamaah Indonesia yang pakai mukena berbordir cantik. Mukena orang Malaysia bentukya seragam tidak banyak hiasan kecuali bordiran bendera Malaysia di bagian belakangnya. Jamaah wanita disini sholat ya dengan pakaian mereka langsung. Makanya pakaian mereka longgar-longgar semua dan jilbabnya besar-besar. Kecuali jamaah India yang kakinya tampak kemana-mana.. Rupanya ada yang merasa terganggu melihat kaki para jamaah India ini. Seperti halnya jamaah wanita Afrika, kaki mereka tentu saja pecah-pecah dan maaf…kadang sepertinya masih kotor.. Tapi tentu tidak ada yang berani protes, berpikir untuk protes saja saya tak berani. Nah…saat bersama mbak Ana (sori nih mbak Ana lagi), mbak ini bingung karena di dekat mereka ia mencium bau kotoran yang sangat mengganggu konsentrasi. Sampai ampun banget deh baunya kata beliau… pantesan kok selalu menutup hidung.
Tentu saja saya heran, karena saya dan teman lainnya ga mencium hal yang sama. Duuh…istighfar ya mbak.. apa yang bikin mba jadi mencium hal ini sendirian
Setelah diingat-ingat baru disadari, mbak Ana merasa terganggu karena kaki mereka tampak kotor tapi kok mereka tetep sholat....ia berpikir “Jangan-jangan mereka habis dari toilet dan ceboknya ga bersih… Masya Allah... ga berani komentar apapun… Kami sama-sama mengucap istighfar. Mudah-mudahan setelah itu mbak Ana bisa lebih banyak mencium bau harum yaa.

Ada yang kesurupan di Masjidil Haram ?

Imam saat Sholat berganti-ganti… bacaan mereka sangaaaat bagus.. Tapi favorit kami Ust Sudais, karena cara membacanya sangat menyentuh hati.. tak jarang kami menangis saat Ust Sudais membacakan ayat suci. Kejadian aneh yang kami hadapi saat itu bertepatan Sholat Maghrib. Ust Sudais membacakan ayat Quran Surah Nur ayat 34.. Saya ingat karena ayat ini mencoba mendeskripsikan Allah Yang Maha Agung. Subhanallah…ayat ini rasanya begitu luarbiasa, kalau menjelaskan matahari..tidak ada orang yang sanggup memandang matahari secara langsung..apalagi mencari-cari seperti apa wujud Zat Allah yang menciptakan matahari itu. Begitu Agung… Tapi Allah adalah Cahaya di atas Cahaya..yang tak terbayangkan terangnya… hanya hati yang ikhlas dan pasrah yang bisa merasakan kehadiran Allah. Saya tersedu mendengarkan ust Sudais membacakan ayat ini. Bersyukur bisa mendengarkan beliau membacakannya langsung. Begitu syahdu... sepertinya batin memanggil-manggil untuk segera bersujud di hadapan Allah. Selesai sholat masih diliputi rasa haru atas kebesaran Allah, tiba-tiba seorang jamaah wanita asal Timur Tengah menjerit keras sekali. Jeritannya seperti lolongan panjang diikuti kejang-kejang. Waaaah, langsung hebooh deh jamaah wanita yang ada disitu. Ternyata di Masjidil Haram orang bisa kesurupan juga... Mendadak wanita itu dikerubungi,…segera saja askar wanita berpakaian hitam-hitam mengelilingi dan komat kamit berdoa, semua yang bukan askar berusaha mendekat dengan rasa ingin tahu…semuanya jamaah Indonesia…hehehe.. Ada juga kok yang membagikan balsam atau minyak kayu putih biar dia bisa sadar. Bahkan bapak-bapak juga yang mencoba nimbrung…dan sukses diusir deh… hehehe orang Indonesia juga. Akhirnya, jamaah wanita itu diungsikan ke ruangan khusus…dan suasana yang kacau itu mereda. Ayat Al Quran yang dibaca dengan sangat indah akan menjadi obat penawar bagi hati yang lara…seakan menembus dan menghancurkan karat dan kerak di hati yang selama ini telah menyelubungi nurani kita. 
Saya tidak tahu apa yang tadinya dipikirkan jamaah asal Timur tengah itu sampai menjerit sebegitu perihnya.. semoga saja beban hatinya terobati.

Seger banget tidur di Haram

Sebetulnya kegiatan di musim haji sangat padat. Rangkaian ibadah susul menyusul, disambung kegiatan laundry, mengaji dan berjalan kaki atau menunggu bis. Dalam sehari tidurnya hanya dari jam 11 malam hingga jam 3 pagi. Terkadang saking lelahnya kami tertidur di saat menunggu sholat. Pernah saya tertidur sebentar di Masjidil Haram dan minta dibangunkan 15 menit seusai Isya. Rupanya teman saya kasihan melihat saya yang katanya tertidur begitu pulasnya... dan beliau pun keasyikan bermain dengan anak jamah dari Arab yang diajak umrah oleh orangtuanya. Tersadar saya setelah hampir setengah jam tertidur, padahal bis akan segera pulang setelah Isya. Ya ampuun, berlari-lari kami menuju tempat bis, dan betul saja... Suami sudah menunggu dengan wajah berkerut cemas. Rombongan lain pun sudah duduk manis di bis dan meledek kami yang disangka keasyikan belanja.. padahal tidak. Ya sudah kena deh diomeli oleh suami... hehe.. Tapi hati ikhlas, tidak saya hiraukan.., karena saat tertidur di masjidil Haram tadi rasanya saya mendapat energi yang bikin badan segar bugar..sepertinya badan dan jiwa saya baru diguyur es. Walaupun tidurnya dengan posisi badan meringkuk ...... hanya sebentar beralas sajadah di lantai masjid yang dingin sekali, tapi hilang semua penat yang tadinya saya rasakan. Alhamdulillah luar biasa kasih sayangMu ya Allah.. 

Berkenalan dengan jamaah dari negara lain

Di Mekkah saya suka membeli jus buah dan makanan kecil seperti wafer untuk cemal cemil sebelum waktu Isya. Saat mau masuk ke Haram, tas kita digeledah dan askar wanita tertawa melihat bekal saya. hehehe... "Madam, you want some ?" tanya saya.. "Syukron syukron.." kata beliau sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Ga nyambung tapi saling mengerti.. Kadang saya duduk sendiri di samping jamaah negara lain. Bener banget janji Allah tentang sedekah. Kalau kita memberi karena Allah, maka akan dibalas lebih banyak lagi.
Saya memberi permen, jamah Srilanka di samping saya itu memberi saya biskuit. Saya hanya kasih 2 permen, beliau memberi saya 3 biskuit.. Walaupun bahasa Inggerisnya patah-patah, tapi beliau suka tersenyum.. indah sekali rasanya persaudaraan karena Islam.

Sampai jumpa lagi

Saat yang menyedihkan adalah saat berpisah dengan Kakbah menjelang kepindahan ke Madinah. Waktu itu saya mendapatkan datang bulan, jadi tidak ikutan thawaf ifada. Hanya duduk di pinggiran Hilton menanti rombongan yang sedang thawaf. Sediih sekali rasanya. Saya berputar menuju pintu Haram sebelah kiri kalau ga salah Bab ul Umrah, yang kita bisa langsung melihat Kakbah dari luar pelataran. Berdoa mohon agar diberikan banyak rezeki dan umur serta kesehatan supaya bisa bertemu Kakbah lagi bersama keluarga dan anak-anak... Duh airmata pun bercucuran sambil berpamitan..

Ah, Kakbah yang selalu kurindukan... Sampai berjumpa lagi..



Bareng Mu'az, petugas muasasah yang sering kami minta tolong untuk benerin kamar. Termasuk jendela dan pintu yang rusak diatas tadi.


Minggu, September 27, 2015

Kutinggalkan Bayiku Untuk Pergi Haji - MEKKAH

Kutinggalkan Bayiku Pergi Haji 4
MEKKAH

Assalamualaikum wrwb. sahabat…
Alhamdulillahirrabbil ‘alamin
Allahumma sholi ala sayyidina Muhammad.

Alhamdulillaaah masih bisa menulis lagi.. Kali ini tulisan sambungan setelah di tanah suci... berbagi pengalaman kami semenjak berada di Mekkah. 

Untuk refresh lagi, karena kami termasuk kloter terakhir, maka kedatangan kami langsung setelah Jeddah adalah Mekkah.

Ini adalah kumpulan pengalaman dari saya dan teman-teman satu rombongan yang masih saya ingat.. semoga menjadi ibrah bagi semua yang membaca termasuk saya.

Berhaji ini adalah pengalaman belajar bagaimana seharusnya menjadi manusia yang baik. Berguru langsung pada Allah SWT, menerima langsung akibat dari apapun yang kita persangkakan padaNya. Masya Allah... Subhanallah.

Maka, alangkah baiiik…kalau kita menyegerakan berhaji. Supaya pengalaman dan pelajaran yang kita dapat itu bisa kita praktekkan sepanjang hidup… selama nyawa masih ada.. Sungguh banyak sekali terkandung hikmah dari setiap peristiwa dan kejadian yang datang… Tidak ada kejadian yang sia-sia… semua mengandung maksud, semua harusnya membuat kita semakin tunduk pada Allah… Untuk semua yang sudah berhaji, pasti merasa dipanggil lagi untuk duduk berwukuf saat Hari Arafah tiba. Diingatkan lagi dialog-dialog dan doa yang pernah kita panjatkan. Pengalaman batin luarbiasa yang membekas di sepanjang usia. Duhh, saya rada gemetar nih teman-teman.. Doakan mudah-mudahan tulisan singkat ini membawa pemahaman yang benar yaa…insya Allah.. Yang Maha Benar adalah Allah, saya hanyalah manusia biasa yang banyak khilafnya... Mencoba merekam pengalaman apa yang bisa saya bagikan untuk anak-anak saya kelak...syukur-syukur bisa bermanfaat buat yang lain.
Bismillah..

Saat tiba di Mekkah, saya dan suami terpisah kamar, saya sudah cerita ya teman-teman di tulisan sebelumnya.. Saya sekamar dengan nenek (ibunya mbak Yul), Mbak Yul dan Mba Yan. Jadi saya paling kecil sendiri nih… Senangnyaa… kakak-kakak ini baiiik semua. Di minggu-minggu pertama, saya lebih sering berjalan dengan teman sekamar ini daripada dengan suami. Kalau ada keperluan atau info untuk teman sekamar dari kepala regu, misalnya mau ambil makanan ke lantai bawah, mereka yang lebih dulu turun mengambilkan untuk kami.. mau jemur pakaian ke lantai atas pasti selalu dengan senang hati nemenin saya, nganterin ke dokter, nganterin belanja… pokoknya serba ditolongin. Alhamdulillah.
Di Mekkah selama musim haji memang diwanti-wanti untuk tidak takabbur. Namanya juga bertamu di Negara orang, jangan merasa sok tahu atau merasa ahh gak mungkin diganggu…kan saya mau ibadah. Belum tentu ! Selalu berjalan dalam rombongan, jangan nyelonong sendirian, berhati-hati saat bepergian… apalagi wanita Indonesia kan tidak terbiasa menutup wajah dengan cadar. Sudah begitu kadang saat keluar rumah masih berlipstik merah…hadeeeuuh. Beda dengan wanita Arab yang hampir selalu bercadar saat di luar rumah. Nah, itu saja sudah hal yang beda… gak heran para pria Arab kalau melihat jamaah wanita asal Indonesia kadang sampai melotot, saking terpesonanya..
Musim Haji memang mirip dengan saat kita berpuasa… Harus menahan diri untuk tidak marah, berdebat, berkata yang tak senonoh dan mengumpat.. bedanya saat Haji siangnya kita bisa makan. Terus, apa ada hubungannya dengan masa sebelum berangkat haji ? Beberapa orang kan bilang, wah nanti kalau di tanah airnya begini begitu, akan dibalas sama Allah pas di Mekkah dan Madinah.. Nah, kalau saya sih menganggap Allah itu Maha Penyayang.. Maha Pengampun…. apapun yang diberikan Allah pada kita dengan maksud supaya kita jadi lebih baik lagi.. Bukan untuk menghukum. Maka sibukkanlah diri untuk memohon ampun, sholat taubat, dan istighfar sepanjang waktu. Baik sebelum ataupun selama masa ibadah haji.
Seperti pengalaman suami saya, yang saat di kantor merasa sebeell banget dengan seorang rekan kerjanya yang menurut suami sering bikin ulah yang merepotkan,  kebetulan berasal dari satu daerah di Sumatera… sampai berpikir apa iya orang yang berasal dari daerah itu gitu semua ya sikapnya…saking keselnya.  Ternyata pas di Mekkah, suamiku satu lantai dengan kloter yang berasal dari daerah itu. Satu lantai ada 8 kamar…nah 7 kamar itu semuanya berasal dari daerah yang dimaksud… hanya kamar suamiku yang lain…hehehe. Apa itu bukan teguran untuk mengubah mindset dari Allah ? Supaya tidak menyamaratakan semua orang.

Sabar Sepanjang Waktu
Hari-hari awal di Mekkah kami sudah mendekati masa puncak ibadah Haji. Jadinya ramaai sekali jamaah. Seminggu menjelang wukuf, sudah tidak ada kendaraan besar yang boleh masuk ke ring 1 atau jalur yang mengarah ke Masjidil Haram. Kendaraan serba dibatasi jam lewatnya. Akibatnya catering yang kami pesan sering meleset sampainya. Jam makan siang makanan ntar datangnya jam 3 sore…. Dan jam makan malam datangnya jam 9 malam. Lalu apa harus marah-marah..atau menahan lapar dengan perut melilit ? Soalnya ada yang memilih untuk menahan lapar saja… sebagai bentuk bersabar. Wah, saya ga sanggup.. Buat saya sabar ya ikhtiar.. apa yang bisa dikerjakan ya lakukan. Dengan teman sekamar biasanya kami beli roti untuk mengganjal perut. Atau kadang janjian sama suami untuk turun mencari kebab. Beruntungnya suamiku makannya banyak, jadi saat makanan datang..jatah saya jadi tambahan buat suami karena sayanya sudah kenyang…hihi. Saat ini kami mulai membuka bekal makanan…kadang makan mie campur rendang, roti pakai abon…apa sajalah yang penting stamina terjaga untuk persiapan wukuf.. Oiya di supermarket dekat hotel kami jual Pop Mie juga lho seharga 3 SR....buatan Indof**d tapi rasanya cuma kari ayam dan tandoori ? Pokoknya sejenis rasa makanan India…yang ini mah dijamin ga ada di Indonesia. Rasanya ? Yah kalau lapar sih dienak-enakin sajalah yaa...

Cerita mengenai pemilihan teman sekamar… Jadi hikmah yang lain lagi… saat beberapa teman sejak dari asrama haji sudah janjian untuk sekamar. Nah, seiring waktu selalu bersama akhirnya karakter manusia terbuka juga aslinya.. ujungnya malah timbul pertikaian antar sesama teman sekamar…karena masalah kecil saja lho. Bahkan sampai sekarang satu orang tidak kunjung berbaikan dan menerima maaf…tidak mau bertegur sapa hingga saat ini. Duuhh, sayaang banget rasanya ya. Bukankah berhaji juga untuk menambah saudara..? Mudah-mudahan teman kami itu segera mendapat hidayah Allah untuk kembali menjalin silaturahim.
Saat wukuf nanti akan saya ceritakan di bab tersendiri ya.. jadi ini khusus di Mekkah saja.
Sebagian besar waktu kami di Mekkah kami habiskan untuk sholat di Masjidil Haram. Jarang kami sholat di masjid sekitar kecuali sedang sakit atau pernah juga sekali terlambat bangun.. Sebetulnya jadual acaranya padat juga lho. Jam 3 pagi bis yang kami charter sudah menjemput untuk ke masjidil haram, lalu selesai dhuha jam 7.30 kami kembali ke hotel untuk makan pagi, mandi, mencuci, menjemur, beberes kamar dan menyetrika. Sisa waktu untuk mengaji, lalu makan siang dan jam 11.30 sudah bersiap ke Masjidil Haram lagi kali ini tanpa bis. Yang tidak mau jalan kaki biasanya menunggu jadual bis berikutnya. Jam 14.30 baru ada bis untuk ashar dan terus di Haram sampai Isya. Antara Ashar ke Maghrib kadang jalan-jalan ke Hilton atau sekedar membeli keperluan di Bin Dawood. Pernah juga pagi kami ditraktir pak pembimbing makan di KFC Hilton, saat masih baru tiba. 
Wah ayamnya itu... besaaar banget. Seperti setengah ekor ayam di Indonesia dan tak ada nasi, hanya kentang. Wuih, ini saya tengok-tengok suami, beliau habis gak ya... hehe. Udah nyerah duluan sayanya. Biasanya beli jus buah di Bin Dawood lumayan murah. 1 SR sudah dapat yang enak… dan beli wafer atau roti dan keju buat nyemil. Disini keju murah deh… lebih murah dari di Jakarta. Jadi keinget anak-anakku suka sekali makan keju. Pernah salah beli donat di dalam Hilton, salah nunjuk. Diambilkan yang bentuknya sama tapi kok ga ada dagingnya ya…hahaha… Cuma buah zaitun saja, tapi berhubung ini 6 SR lumayan mahal, jadi ya mau ga mau ditelan juga.. Saat antara ashar ini biasanya kami juga mengunjungi lantai dua yang ada konter factory outlet.. juga tempat jualan parfum… “Hajji hajii…sini sinii..muraah muraah!” penjualnya sudah bisa bicara bahasa Indonesia lho.. Yang dicari apalagi kalau bukan Hajjar Aswad, dan Malaikat subuh.. Trus juga ke toko buku untuk beli wakaf Qur’an. Ga banyak kok hanya 1 atau 2, semoga dibaca para jamaah sedunia dan bermanfaat. Selebihnya duduk di dalam masjid, membaca Quran dan berkenalan dengan sesama jamaah dari Negara lain, trus mengisi zamzam ke botol minum. Seneng banget rasanya hidup dalam ibadah haji.. Cuma diisi dengan ibadah, makan minum, sesekali belanja.. gitu terus… ga mikir harus kerja.... hehehe.

Lalu setelah itu balik ke hotel untuk makan malam. Itu kalau lagi ga kunjungan atau ziarah. Biasanya dalam seminggu kami melakukan umrah dua kali, dan ziarah ke berbagai tempat sekali lalu ke Jeddah atau ya dihotel saja. Umrahnya dilakukan setelah Isya saat jam 12 malam. Nah itu juga dari berbagai tempat miqot. Pernah ke Ji’ranah, pernah dari Hudaibiyah, paling sering dari Tan’im.
Umrah dari hudaibiyah serem tempatnya, karena ga ada masjid…hanya sisa reruntuhan bangunan saja. Bulu kuduk merinding deh saat disitu. Jadi kami sudah wajib menjaga wudhu sejak di hotel dan disitu hanya berniat saja. Umrah paling menyenangkan di Jiranah karena kamar mandinya besar-besar dan bersih.. Di Tan’im kami banyak bertemu jamaah dari Iran dan pernah sekali dari China. Oiya di sini ada penjual teh susu, jadi lumayan buat mengusir perut kembung. Juga ada banyak penjual souvenir… tapi saya ga tertarik beli karena masih malam-malam ngantukk banget deh.
Berwisata ke Jeddah, selain mengunjungi masjid apung, juga berkunjung ke Corniche Balad.. Belanja ke Ali Murah yang bisa minta langsung dikirimkan ke Indonesia. Saya Cuma sekali ke Jeddah, beberapa teman ada yang dua sampai tiga kali ke sana untuk beli oleh-oleh, karena harga barang seperti karpet, sajadah, pashmina lebih murah di Jeddah timbang di Mekkah..
Kami juga berkunjung ke Gua Hira. Pak Pembimbing memilih berangkat saat jam 9 malam..untuk menghindari cuaca yang panas terik. Walaupun jalan menuju Gua Hira sudah dibikinkan undakan oleh pemerintah Arab Saudi, tetep saja lumayan bikin kelelahan.. Untungnya nenek kuat sampai keatas. Bersyukur tak terlalu banyak jamaah di atas, jadi kami bisa bergantian dengan jamaah dari India dan Turki untuk sholat 2 rakaat di dalam gua. Subhanallah, luarbiasanya Nabi Muhammad, jaman dulu hanya mendaki bebatuan ini untuk sampai ke gua yang kecil. Dari atasnya kita bisa melihat pemandangan seputar Kakbah yang terlihat kecil dan bermandikan cahaya Masjidil Haram.. indah sekali.. Langit juga terlihat jelas dan dekat.. ini memang suasana yang bikin kita menahan napas. Membayangkan pertemuan Nabi dengan malaikat Jibril saat menerima wahyu pertama.


Rabu, Mei 20, 2015

Ust Fatih Karim - The Power of Tawakkal

Tawakkal berasal dari kata bahasa Arab, wakilu / wakala yang artinya WAKIL. Berarti kita mewakilkan urusan kita pada sesuatu/seseorang yang kita percaya.
*Bahasa Arab banyak sekali diserap oleh bahasa Indonesia. Misalnya kepanjangan dari DPR /MPR, almari, hairan, kursi.

Kalau kita memahami konsep Tawakal ini, maka hidup kita akan tenang. Karena kita punya sandaran atas segala urusan. Sekarang tergantung kitanya nih, mewakilkannya pada apa / siapa ? Kalau terbiasa RESAH, GELISAH berarti ada masalah dengan Tawakal. Berarti kita banyak menyandarkan sumber ketenangan hidup pada selain Allah.

Jaman keemasan Islam terjadi saat Islam menguasai 2/3 dunia ini dibangun dengan konsep Tawakal yang dipegang kuat. Kok bisa ? Yuk lihat bahasannya..

Konsep Tawakal :
1. Tawakal ini masalah akidah.
Orang yang imannya kuat percaya ada Allah yang tidak saja mengawasi namun juga Maha Pengasih.. Allah selalu memberi kita nikmat. Allah yang mengusik batin dan mengilhamkan kita untuk berbuat sesuatu, Allah juga yang akan menolong. Kalau kita yakini ini, kita akan ridha mewakilkan segala urusan hidup kita pada Allah semata.
Bila kita bertawakal pada selain Allah namanya syirik. Mungkin saja kita tidak menyimpan benda/jimat, namun sikap tawakal kita yg bersandar pada selain Allah berarti sudah masuk pada kesyirikan.

2. Wajib bertawakal hanya kepada Allah.
Ikhlas dan tawakkal ini amalan hati. Tak nampak. Yang tahu hanya diri kita sendiri dan Allah.
Sabar, Syukur, Tawakal, Ikhlas, ini latihannnya setiap saat harus terus menerus.

Ustad bercerita saat kuliah tentang temannya yang bisa tenaang banget melanggar lalu lintas, bahkan saat di stop polisi pun tenang aja. Kenapa ? Karena dia punya Backing orang kuat di belakangnya, yaitu bapaknya yang seorang militer berpangkat tinggi. Beberapa waktu lalu, ustad bertemu lagi dengan temannya ini. Kali ini sudah tertib berkendara. Kenapa ? Karena bapaknya sudah wafat. Jadi sudah tidak ada penolong lagi.
Lha kita kan punya Allah sebagai Backing kita, harusnya teguh pada kebenaran, dan tetap tenang kan !
Ditinggal suami, tenang, ada Allah bersamaku.
DiPHK dari kantor, tenaang, ada Allah yang akan menolong.

3. Tawakal tidak berkitan dengan Sebab Akibat
Tetapkan dulu ikhtiar yang sempurna kalau mau hasil yang sempurna. Saat yg bersamaan, kita pasrah pada Allah apapun hasil yang Allah Tetapkan.

Bila kita ingin pergi ke Bandung, lalu menunggu di pinggir jalan Jakarta menuju Bandung, tidak cukup hanya berdoa sepenuh hati "Ya Allah, hamba ingin ke Bandung mohon dimudahkan ya Allah.." Lalu ada bisa jurusan Bandung lewat, wuuussh ! Tapi kitanya DIAM saja. Tidak akan bisa sampai ke Bandung dengan menambah sedekah, dhuha dan tahajjud, bahkan puasa Daud. Lalu menyalahkan Allah kenapa kita kok ga sampai juga ke Bandung. Kenapa ? Karena ada ikhtiar yang kurang.
Yaitu menyetop dan menaiki bisnya sambil membaca doa.
Kalau ternyata kita sudah melakukan ikhtiar namun tidak sampai ke Bandung, berarti itu terjadi sepenuhnya kehendak Allah.
Tapi selama kita bisa menyempurnakan ikhtiar, ya lakukan yang terbaik !

Ustad mengisahkan tentang teman beliau yang ketiduran saat hendak menaiki pesawat jurusan Medan Jakarta padahal saat itu ada perjanjian kontrak yang menyangkut jumlah uang yang sangat besar di Jakarta. Temannya sebelum ketiduran berpesan pada adiknya untuk membangunkannya. Namun ternyata, adiknya ini pun tertidur pulas. Padahal adiknya tak biasa tidur siang, tapi kali itu mereka bersua begitu mengantuk.. Saat terbangun dan menyadari terlambat, beliau sangat marah dan menampar adiknya saking kesalnya. Terburu-buru menuju bandara untuk mengejar pesawat dengan harapan pesawat tersebut delay...Malah para petugas menunjukkan pesawatnya baru saja kecelakaan meledak dan seluruh penumpang terbakar. Pucat pasi beliau pulang ke rumah, bersyukur tak henti sambil memeluk adiknya untuk meminta maaf.
Begitulah, kadang kita menilai baik dan buruk hanya dari sisi kepentingan kita saja. Apakah kita tahu mana yang terbaik untuk kita ?

QS 2 : 216

216.  كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
...........Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Pendapat Imam al Ghazali :
"Keadaan orang yang bertawakal pada Allah adalah seperti keadaan bayi dengan ibunya. Bayi tidak pernah mengetahui yg lain, serta tdk pernah menyerahkan urusannya kecuali pada ibunya. Ibulah orang yang pertama kali dia bayangkan ketika terpikir tentang manusia lain"
Orang yang Tawakkal, pasrah pada ketentuan Allah... harusnya seperti bayi pada ibunya.. Betul-betul tak pernah protes mau dikasih makanan apa dan bagaimana.

4. Zat yang ia tunjuk sebagai wakil, tidak akan menghianati. Haruslah Zat yang ia percayakan untuk mengurus masalah rezekinya, hidup matinya betul-betul yang mumpuni.

5. Zat yang jadi wakil yang diyakini akan memberi perhatian penuh. Allah tidak tidur, Allah mengurus makhlukNya dari yang berukuran sangat kecil hingga yang berukuran sangaat besar. Tak pernah meleset, semua dalam takaran yang pas.
Hasbunallah wa nikmal wakil. Cukuplah Allah sebagai wakilku.

QS At Taubah : 51

(51). قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal."

QS Al Muzzammil : 9


(9). رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا
(Dia-lah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

QS Ali Imran 159

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

Bagi sesiapa yang rajin mengerjakan sunnah setelah menunaikan yang wajib, baca Al Quran..dst maka di Hadist Qudsi disebutkan Allah akan mudahkan hidupnya. Allah jadi tangannya saat bekerja, jadi matanya saat melihat, jadi kakinya saat melangkah. Hidupnya akan dimudahkan, dan rezeki akan datang terus dari sumber yang tak disangka-sangka.

The Power of Tawakal

1. Yakin Allah akan cukupkan.
Ath Thalaq 3

(3). وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚوَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى الَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚإِنَّ الَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚقَدْ جَعَلَ الَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

HR. Al Hakim : Jika kalian benar2 tawakal pada Allah, Sungguh Allah akan memberikan rizki kepada kalian, sebagaimana Allah telah memberikan rizkimkepada burung. Burung itu pergi dengan perut kosong dan kembali ke sarangnya dengan perut penuh makanan.

2. Yakin Allah bersama kita.
QS 9 : 40

"Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, 

QS Ali Imran 160.

160. إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Apapun yang diberikan Allah, terimalah dg lapang dada.

Karena kita telah mewakilkan urusan kita pada Allah. Curhat itu hanya pada Allah, karena dia yakin sumber solusinya hanya pada Allah saja. Bila curhat pada manusia lalu jadi menggosip...,ini haram.

3. Orang yang YAKIN, kerjanya Optimal

QS AtTaubah 105

(105). وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖوَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".


Orang yang punya bisnis, ikhtiarnya harus kencang, tawakalnya pun harus tambah kuat. Harus yakin bahwa orang yang datang, yang membeli pada kita, semua itu terjadi atas izin Allah, bukan semata ikhtiar kita. Harusnya makin tunduk pada kekuasaan Allah.


Ust Fatih Karim
Kajian "The Power of Tawakkal"
Masjid Emerald


Sesi Tanya Jawab dengan Ustad tentang materi ini di sini