Suamiku tersayang- yang kupanggil Papa- sering bikin aku geleng-geleng kepala. Bukan dalam hal negatif, kalo itu sih naudzubillahi deh... amit-amit.. Tapi seringnya si Papa nih kumat sifat pelupanya. (Sekarang aku jadinya juga ketularan pelupa haha..)
Perkara heboh di pagi hari nanyain mana kaos kaki, belt, name tag, dompet etc.. itu mah dah biasa.. Ada dua cerita lucu, yang ini hubungannya dengan helm.
1. Helmnya basah.
Saat pagi hari mau dipakai, ternyata helmnya lupa dibawa masuk ke rumah tadi malam. Mana posisinya terbalik lagi. Akibatnya yaa kehujanan dengan suksesnya.. Helm itu penuh dengan air hujan.. Pokoknya penuh banget airnya sampai-sampai bisa buat naruh ikan. Wah wah, mana ga punya helm standar lainnya lagi.. Setelah dibersihkan dan dilap tetap aja, itu air netes terusss. Mau nyoba lagi pake lap chamois tapi sudah mepet waktu harus berangkat. Ya sudah capuchonn (kerudung jaket) dipakai dan helm basah itupun dipakai juga walaupun netes terus airnya. Aku menyarankan untuk pake jas hujan aja. Tapi my hubbie menolak karena " Lha wong panas gini, kok pake jas hujan ?". Alhasil si Papa berangkat juga dengan wajah dan baju yang terus dialiri air dari dalam helmnya....
2. Ternyata masih pake helm.
Maaf kalo rada jorok ya. Ini pas si Papa batuk terus. Awalnya batuknya gatal di tenggorokan aja, lama kelamaan sudah ada riaknya. Jadi sebentar2 mau buang dahak. Waktu itu aku buka pintu gerbang rumah, beliau sudah bersiap di atas motor dengan helm lengkap tinggal tancap gas aja... Eeee, kok ya ndilalah terbatuk-batuk. Terus langsung aja buang dahak dengan helm masih terpasang.. (Tuh kan jijay banget). Si Papa langsung aja teriak, "TISSSSUUU...!" Aku segera loncat ke dapur ambil tissue. Sambil rada ngomel memberikan tissue aku tanya, kenapa sih Papa kok meludah di dalam helm? Jawabannya enteng aja, " Lupa.."
Untuk kedua kejadian itu, aku berusaha keras untuk tidak tertawa... at least sampai si Papa hilang dari pandanganku. Biasanya sih gagal juga.
I lop yu pull Pa.. Semoga Allah selalu melindungimu..
Selasa, November 10, 2009
Kamis, Oktober 22, 2009
Majlis Taklim Al Dzakira - Ustz Syarifah Qoriyah
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hai ketemu lagi di pengajian.. Apa kabar jeng2 semua? Kali ini adalah pengajian pertama di majis Taklim Al Dzakira ( semoga semuanya menjadi ahli dzikir) setelah Ramadhan. Makanya temanya disambung menjadi Halal bihalal.. Ustadzah yang memberi tausiah kali ini adalah ustdz Syarifah Qoriyah. Beliau adalah lulusan dari Universitas Al Azhar Mesir. Berikut adalah pembahasannya..
QS Ali Imran 102-104 :
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama)Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika dahulu (masa jahiliah)bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh(berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. "
Wah ayat ini sungguh bikin merinding ya.. Allah SWT menyuruh kita untuk bertakwa dengan sebenarnya dan mengancam kita jangan sampai kita mati tanpa keadaan Muslim.. Maka manusia diingatkan untuk selalu berpegang erat pada tali yang telah diulurkan Allah kepada kita yaitu Al Quran dan hadist Rasulullah SAW. Semoga Allah selalu menolong kita semua..
Ustz yang cantik ini mengatakan salah satu tanda puasa Ramadhan seseorang menjadi makbul / diterima oleh Allah ialah orang itu melanjutkan dengan puasa 6 di bulan Syawal. Ini seharusnya menjadi paket puasa dengan Ramadhan. Makanya tidak bisa niat puasa Syawal sekaligus mengganti puasa Ramadhan, atau sekaligus niat puasa senin kamis, atau digabung dengan niat puasa lainnya. Tidak perlu berurutan menjalankannya yang penting ada 6 hari di bulan Syawal. Bila ternyata kita sudah berniat namun kita sakit yang parah.. pahalanya sudah dicatat oleh Allah Yang Maha Pengasih. Karena Allah menilai hamba-Nya dari niatnya bukan dari hasilnya.. Sebagaimana niat buruk belum dihitung dosa bila belum diucapkan/dilakukan.. Sungguh Allah Maha Penyayang kepada umat-Nya.
Ternyata Halal Bihalal hanya ada di Indonesia ya.. Umat Muslim di negara lain tak ada yang melakukan halal bihalal. Namun begitu, tetap dianggap adat yang baik karena orang jadi saling bermaafan. Allah menyuruh kita untuk memaafkan bukannya menunggu orang meminta maaf pada kita. Perintah-Nya "Wa'fu, wasfahu", yang artinya Maafkan dan Lupakan. Jangan ada dendam yang disimpan... Susyah kayaknya? apalagi buat kaum wanita yaa... yang suka kepikiran kalo ada yang menyakitkan perasaannya betul kan? Mulai sekarang boleh coba latihan melupakan segala amal baik kita kepada orang lain lalu lupakan niat untuk meminta balasannya..sebagaimana kita coba lupakan bila ada yang menyakiti kita..Fiuuhh..
Silaturahim yang terjaga akan memperpanjang umur dan memudahkan rezeki. Ga percaya bu? Nih ya, Silaturahim yang baik berarti ybs menjadi murah senyum, ramah, sehingga banyak teman dan banyak yang menolong.. tuh kan..
Terus, kalo kita banyak senyum, jadi lebih sehat karena kerja jantung jadi lebih lega, jadinya lebih sehat deh..Ada ayat yang mengatakan bahwa "Setiap kebaikan yang kita buat, hasilnya akan kembali kepada kita sendiri". Nanti di akhirat adalah masanya semua orang hidup sendiri2 dan akan saling menuntut bila disakiti oleh yang lainnya. Bahkan dengan anak sendiri pun tidak kenal. Maka kebaikan kita itulah yang akan menolong kita..
Orang yang pergi ke Majlis Taklim mendapat 3 keuntungan :
1. Mendapat berkah dari Majlis Taklim
2. Didoakan oleh para malaikat
3. Tambah ilmu dan wawasan dan tambah pintar.
Tiga macam manusia yang akan dihisab dengan mudah di hari kiamat adalah orang yang :
1. Memberi kepada orang yg tdk pernah memberi kepadanya.
2. Menyambung silaturahim yang terputus.
3. Mendamaikan orang yang bertengkar. (Sttt, kata Ustz, berbohong untuk yang satu ini termasuk yg boleh lho).
Agama Islam mengajarkan kita untuk selalu menjaga 3 hal :
1. Kesehatan jasmani.
Makanlah hanya yang halal dan toyib / baik untukmu. Kenali tubuhmu spy tahu apa yang tdk baik untukmu sehingga tiak menjadi penyakit. Jangan sampai memakan yang haram karena akan mengganggu kesehatan mental. Anak2 yang susah diatur, nakal bukan main, coba lihat halal kah makanannya. Termasuk disini adalah proses mencari rezeki itu sendiri haruslah halal. Gunanya supaya cahaya fitrah di hati manusia tetap menyala dengan baik. Bila kita mengabaikan ini lama kelamaan hati akan sulit menerima petunjuk Allah lalu bisa2 kita terjerumus dalam kenistaan. Naudzubillah..
Para sufi selain sebelum makan baca bismillah dan sesudahnya baca hamdalah. Sesudah makan pun ditambah membaca QS Al Quraisy dan Al Ikhlas. Ini untuk menghindari diri dari segala hal yang haram yang tidak kita ketahui. Selain itu insya Allah selama air/makanan itu ada dalam perut, kita jauh dari maksiat.
Ustz juga menyinggung tentang orang yang makan di resto dan menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk sekali makan. Padahal kita tahu banyak orang yang gajinya sebulan ya sebesar tagihan resto tadi atau ada korban gempa di daerah lain sedangkan kita kok makan semahal ini.. Allah menegur kita lewat rasa tidak enak dalam batin ... Maka, supaya Allah ridha dengan apa yang kita makan tadi segeralah keluarkan infaq minimal sebesar 2,5% dari total tagihan tsb supaya makanan itu tidak jadi penyakit di tubuh kita. Subhanallah..
2. Kesehatan ruhani.
Tegakkan shalat 5 waktu dengan rapi. Kalau yang satu ini beres yang lainnya ikutan beres juga.. Termasuk pahala yang baik juga, memasukkan kegembiraan di hati orang lain.. Maka jadikan setiap kegiatan kita adalah ibadah.
3. Keselamatan ukhrawi (akherat)
Selalu beristighfar supaya kita terhindar dari dosa dan maksiat.
Catatan dari Ustz :
Hisablah dirimu setiap hari sebelum dihisab yang sesungguhnya. Hitungah apa saja amal kebaikan yang telah diperbuat hari ini, marah sama siapa dan apakah sudah meminta maaf. Apa yang salah dan apa yang seharusnya diperbaiki.. Lakukan setiap hari.
Terutama ibu-ibu, lihatlah kemana larinya uangmu? Bila banyak untuk hal-hal yang tidak berguna dan mubazir curigalah bahwa rezekimu tidak halal. Maka ibu-ibu jangan senang dulu bila suami pulang bawa uang sekoper ya.. Tanyakan darimana dengan cara yang baik.. Bila setiap pengeluaran kita telah ada posnya untuk bayar sekolah anak2, untuk makanan secukupnya, kesehatan dan yang masih wajar tentulah bisa diperkirakan bersumber dari yang halal.
Panjang juga ya bahasannya... Semoga bisa menjadi pelajaran. Mohon maaf sebesarnya bila ada kekeliruan..
Wassalamualaikum wr.wb.
Hai ketemu lagi di pengajian.. Apa kabar jeng2 semua? Kali ini adalah pengajian pertama di majis Taklim Al Dzakira ( semoga semuanya menjadi ahli dzikir) setelah Ramadhan. Makanya temanya disambung menjadi Halal bihalal.. Ustadzah yang memberi tausiah kali ini adalah ustdz Syarifah Qoriyah. Beliau adalah lulusan dari Universitas Al Azhar Mesir. Berikut adalah pembahasannya..
QS Ali Imran 102-104 :
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama)Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika dahulu (masa jahiliah)bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh(berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. "
Wah ayat ini sungguh bikin merinding ya.. Allah SWT menyuruh kita untuk bertakwa dengan sebenarnya dan mengancam kita jangan sampai kita mati tanpa keadaan Muslim.. Maka manusia diingatkan untuk selalu berpegang erat pada tali yang telah diulurkan Allah kepada kita yaitu Al Quran dan hadist Rasulullah SAW. Semoga Allah selalu menolong kita semua..
Ustz yang cantik ini mengatakan salah satu tanda puasa Ramadhan seseorang menjadi makbul / diterima oleh Allah ialah orang itu melanjutkan dengan puasa 6 di bulan Syawal. Ini seharusnya menjadi paket puasa dengan Ramadhan. Makanya tidak bisa niat puasa Syawal sekaligus mengganti puasa Ramadhan, atau sekaligus niat puasa senin kamis, atau digabung dengan niat puasa lainnya. Tidak perlu berurutan menjalankannya yang penting ada 6 hari di bulan Syawal. Bila ternyata kita sudah berniat namun kita sakit yang parah.. pahalanya sudah dicatat oleh Allah Yang Maha Pengasih. Karena Allah menilai hamba-Nya dari niatnya bukan dari hasilnya.. Sebagaimana niat buruk belum dihitung dosa bila belum diucapkan/dilakukan.. Sungguh Allah Maha Penyayang kepada umat-Nya.
Ternyata Halal Bihalal hanya ada di Indonesia ya.. Umat Muslim di negara lain tak ada yang melakukan halal bihalal. Namun begitu, tetap dianggap adat yang baik karena orang jadi saling bermaafan. Allah menyuruh kita untuk memaafkan bukannya menunggu orang meminta maaf pada kita. Perintah-Nya "Wa'fu, wasfahu", yang artinya Maafkan dan Lupakan. Jangan ada dendam yang disimpan... Susyah kayaknya? apalagi buat kaum wanita yaa... yang suka kepikiran kalo ada yang menyakitkan perasaannya betul kan? Mulai sekarang boleh coba latihan melupakan segala amal baik kita kepada orang lain lalu lupakan niat untuk meminta balasannya..sebagaimana kita coba lupakan bila ada yang menyakiti kita..Fiuuhh..
Silaturahim yang terjaga akan memperpanjang umur dan memudahkan rezeki. Ga percaya bu? Nih ya, Silaturahim yang baik berarti ybs menjadi murah senyum, ramah, sehingga banyak teman dan banyak yang menolong.. tuh kan..
Terus, kalo kita banyak senyum, jadi lebih sehat karena kerja jantung jadi lebih lega, jadinya lebih sehat deh..Ada ayat yang mengatakan bahwa "Setiap kebaikan yang kita buat, hasilnya akan kembali kepada kita sendiri". Nanti di akhirat adalah masanya semua orang hidup sendiri2 dan akan saling menuntut bila disakiti oleh yang lainnya. Bahkan dengan anak sendiri pun tidak kenal. Maka kebaikan kita itulah yang akan menolong kita..
Orang yang pergi ke Majlis Taklim mendapat 3 keuntungan :
1. Mendapat berkah dari Majlis Taklim
2. Didoakan oleh para malaikat
3. Tambah ilmu dan wawasan dan tambah pintar.
Tiga macam manusia yang akan dihisab dengan mudah di hari kiamat adalah orang yang :
1. Memberi kepada orang yg tdk pernah memberi kepadanya.
2. Menyambung silaturahim yang terputus.
3. Mendamaikan orang yang bertengkar. (Sttt, kata Ustz, berbohong untuk yang satu ini termasuk yg boleh lho).
Agama Islam mengajarkan kita untuk selalu menjaga 3 hal :
1. Kesehatan jasmani.
Makanlah hanya yang halal dan toyib / baik untukmu. Kenali tubuhmu spy tahu apa yang tdk baik untukmu sehingga tiak menjadi penyakit. Jangan sampai memakan yang haram karena akan mengganggu kesehatan mental. Anak2 yang susah diatur, nakal bukan main, coba lihat halal kah makanannya. Termasuk disini adalah proses mencari rezeki itu sendiri haruslah halal. Gunanya supaya cahaya fitrah di hati manusia tetap menyala dengan baik. Bila kita mengabaikan ini lama kelamaan hati akan sulit menerima petunjuk Allah lalu bisa2 kita terjerumus dalam kenistaan. Naudzubillah..
Para sufi selain sebelum makan baca bismillah dan sesudahnya baca hamdalah. Sesudah makan pun ditambah membaca QS Al Quraisy dan Al Ikhlas. Ini untuk menghindari diri dari segala hal yang haram yang tidak kita ketahui. Selain itu insya Allah selama air/makanan itu ada dalam perut, kita jauh dari maksiat.
Ustz juga menyinggung tentang orang yang makan di resto dan menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk sekali makan. Padahal kita tahu banyak orang yang gajinya sebulan ya sebesar tagihan resto tadi atau ada korban gempa di daerah lain sedangkan kita kok makan semahal ini.. Allah menegur kita lewat rasa tidak enak dalam batin ... Maka, supaya Allah ridha dengan apa yang kita makan tadi segeralah keluarkan infaq minimal sebesar 2,5% dari total tagihan tsb supaya makanan itu tidak jadi penyakit di tubuh kita. Subhanallah..
2. Kesehatan ruhani.
Tegakkan shalat 5 waktu dengan rapi. Kalau yang satu ini beres yang lainnya ikutan beres juga.. Termasuk pahala yang baik juga, memasukkan kegembiraan di hati orang lain.. Maka jadikan setiap kegiatan kita adalah ibadah.
3. Keselamatan ukhrawi (akherat)
Selalu beristighfar supaya kita terhindar dari dosa dan maksiat.
Catatan dari Ustz :
Hisablah dirimu setiap hari sebelum dihisab yang sesungguhnya. Hitungah apa saja amal kebaikan yang telah diperbuat hari ini, marah sama siapa dan apakah sudah meminta maaf. Apa yang salah dan apa yang seharusnya diperbaiki.. Lakukan setiap hari.
Terutama ibu-ibu, lihatlah kemana larinya uangmu? Bila banyak untuk hal-hal yang tidak berguna dan mubazir curigalah bahwa rezekimu tidak halal. Maka ibu-ibu jangan senang dulu bila suami pulang bawa uang sekoper ya.. Tanyakan darimana dengan cara yang baik.. Bila setiap pengeluaran kita telah ada posnya untuk bayar sekolah anak2, untuk makanan secukupnya, kesehatan dan yang masih wajar tentulah bisa diperkirakan bersumber dari yang halal.
Panjang juga ya bahasannya... Semoga bisa menjadi pelajaran. Mohon maaf sebesarnya bila ada kekeliruan..
Wassalamualaikum wr.wb.
Jumat, Oktober 16, 2009
Ternyata enak juga tanpa asisten
Hahaha...judulnya kenapa begitu? Baca aja dulu... Kali ini aku ingin cerita tentang keseharianku setelah kuputuskan sebaiknya tidak menggunakan jasa pembantu rumah tangga lagi alias asisten..
Awalnya sewaktu pindah ke Jakarta kami tinggal di rumah ibu di bilangan Cempaka Putih. Waktu itu Bintang masih bayi 8 bulan jadi kami pun mencari pembantu rumah tangga untuk beberes di rumah. Setelah sekali ganti, akhirnya dapatlah seorang bocah cilik asal kota kecil di Jawa Barat berusia 15 th yang berbadan gemuk untuk membantu teteh yang asistennya ibuku. Kasihan juga sebenarnya kok masih kecil dah disuruh kerja. Tapi keluarganya miskin dan ia punya 6 adik yang juga butuh makan, ya sudahlah..diterima wae.
Namanya anak ga pernah kerja, segala macem masih harus diajari. Untungnya ada si Teteh yang ngemong. Teteh sendiri akhirnya dipanggil Bibik aja karena doi sudah tua lho, jadinya aneh anak kecil panggil nenek2 dengan sebutan teteh.. Teruslah dia ikut kami sampai pindah di Tangerang ini, walaupun awalnya males2an karena jadi jauh dengan kerabatnya yang tinggal di tetangga ibuku..
Setelah 4 tahun, mulailah dia memasuki masa puber.. Kerja pun ga pernah jauh dari HP, kadang kepikir juga, awas aja itu HP kecemplung ke sayur...
Kelihatannya dia ingin dekat saudara2nya, tapi dasarnya ga paham diajari unggah ungguh etika jadinya habis lebaran bablas aja ga ada kabar beritanya. Padahal kalo dia pamit baik2 pun akan kami izinkan, lha buat apa nahan2 orang supaya mau tetap kerja sama kita.. Iya khan? Walaupun sudah ikut kami 4 tahun, tapi ya gitu deh ...ndak perlu kecewa..
Lalu kami cari yang kerja harian.. Rajin sih dan jujur, tapi dia sudah kerja juga dengan orang lain jadi jadual ke rumah mulai jam 10-15 siang.. Kendalanya karena anaknya empat dan yang kecil baru 1 tahunan, jadi pernah juga ga masuk karena anak yang paling kecil nangis terus dan pernah juga sekali karena yang nomer tiga ngambek ga mau sekolah...jadinya dia mengundurkan diri karena ga tega ninggalin anknya. Wah gimana ya...kok aku jadi puyeng..
Saat dia ga masuk tanpa pemberitahuan itu, aku mengerjakan semuanya mulai dari ke pasar, masak, bebersih rumah dan dapur, mencuci n nyetrika, antar jemput anak2, memeriksa pe-er, dan pelajaran...weleh2 pokoke semuanya deh.. Udah deh, kalo lagi gini ga usah mikirin titel ato kuku entar rusak ato apalah.. Yang penting semua bisa selesai.. Setelah itu si mpok datang lagi minta pengaturan waktu, tapi karena aku ingin coba bekerja sendiri di rumah aku minta dia datang seminggu sekali saja untuk bantu-bantu hanya di saat aku sibuk.
Ternyata ya alhamdulillah, bisa juga ya... Malah ada sisa waktu buat ngeblog dan fb tanpa rasa bersalah karena pekerjaan sudah selesai. Horee.. Untungnya anak2 sudah SD, ga kebayang kalo masih ada bayi pasti nyari asisten juga hehehe..
Awalnya sewaktu pindah ke Jakarta kami tinggal di rumah ibu di bilangan Cempaka Putih. Waktu itu Bintang masih bayi 8 bulan jadi kami pun mencari pembantu rumah tangga untuk beberes di rumah. Setelah sekali ganti, akhirnya dapatlah seorang bocah cilik asal kota kecil di Jawa Barat berusia 15 th yang berbadan gemuk untuk membantu teteh yang asistennya ibuku. Kasihan juga sebenarnya kok masih kecil dah disuruh kerja. Tapi keluarganya miskin dan ia punya 6 adik yang juga butuh makan, ya sudahlah..diterima wae.
Namanya anak ga pernah kerja, segala macem masih harus diajari. Untungnya ada si Teteh yang ngemong. Teteh sendiri akhirnya dipanggil Bibik aja karena doi sudah tua lho, jadinya aneh anak kecil panggil nenek2 dengan sebutan teteh.. Teruslah dia ikut kami sampai pindah di Tangerang ini, walaupun awalnya males2an karena jadi jauh dengan kerabatnya yang tinggal di tetangga ibuku..
Setelah 4 tahun, mulailah dia memasuki masa puber.. Kerja pun ga pernah jauh dari HP, kadang kepikir juga, awas aja itu HP kecemplung ke sayur...
Kelihatannya dia ingin dekat saudara2nya, tapi dasarnya ga paham diajari unggah ungguh etika jadinya habis lebaran bablas aja ga ada kabar beritanya. Padahal kalo dia pamit baik2 pun akan kami izinkan, lha buat apa nahan2 orang supaya mau tetap kerja sama kita.. Iya khan? Walaupun sudah ikut kami 4 tahun, tapi ya gitu deh ...ndak perlu kecewa..
Lalu kami cari yang kerja harian.. Rajin sih dan jujur, tapi dia sudah kerja juga dengan orang lain jadi jadual ke rumah mulai jam 10-15 siang.. Kendalanya karena anaknya empat dan yang kecil baru 1 tahunan, jadi pernah juga ga masuk karena anak yang paling kecil nangis terus dan pernah juga sekali karena yang nomer tiga ngambek ga mau sekolah...jadinya dia mengundurkan diri karena ga tega ninggalin anknya. Wah gimana ya...kok aku jadi puyeng..
Saat dia ga masuk tanpa pemberitahuan itu, aku mengerjakan semuanya mulai dari ke pasar, masak, bebersih rumah dan dapur, mencuci n nyetrika, antar jemput anak2, memeriksa pe-er, dan pelajaran...weleh2 pokoke semuanya deh.. Udah deh, kalo lagi gini ga usah mikirin titel ato kuku entar rusak ato apalah.. Yang penting semua bisa selesai.. Setelah itu si mpok datang lagi minta pengaturan waktu, tapi karena aku ingin coba bekerja sendiri di rumah aku minta dia datang seminggu sekali saja untuk bantu-bantu hanya di saat aku sibuk.
Ternyata ya alhamdulillah, bisa juga ya... Malah ada sisa waktu buat ngeblog dan fb tanpa rasa bersalah karena pekerjaan sudah selesai. Horee.. Untungnya anak2 sudah SD, ga kebayang kalo masih ada bayi pasti nyari asisten juga hehehe..
Jumat, September 11, 2009
Diselamatkan Jilbab dari Makanan Haram
Jum'at adalah hari merenung...hehe.. Mungkin karena tiap Jum'at suasananya jadi lebih religius, jadi ada aja yang mampir untuk jadi bahan renungan.
Yang satu ini berasal dari pengajian bareng Ustadzah Astri Ivo di Majelis Taklim Al Dzakira bulan April 2009, tapi baru kepikir sekarang...karena Pak Fed membawa Majalah edisi khusus tentang Halal dan Haram di Sekitar Kita.
Ceritanya, Ustz. Astri Ivo terlambat datang ke arisan bareng teman-temannya yang diadakan di Plaza Senayan. Yang lain sudah mencicipi makanan pesanan masing-masing...makanya beliau pun langsung memanggil seorang pelayan resto dan minta agar dibawakan hidangan sesuai yang dimakan oleh temannya yang kebetulan juga seorang artis terkenal namun belum berjilbab..." Ya udah deh Pak, tolong saya pesan yang seperti ini ya..." begitu katanya. Menunya adalah masakan Jepang.. di luar dugaan sang pelayan menginterupsi dan bilang
"Maaf ibu, ibu mungkin tidak bisa pesan yang itu..".
Bu Ustz heran "Ee kenapa, itu kan beef teriyaki?"..
"Iya bu, tapi itu dimasak menggunakan arak Jepang, ada alkoholnya.."
Beliau berpikir, wah, alhamdulillah untung saya diberitahu...jadi tidak jadi deh kemasukan barang haram. Temannya yang artis tadi merasa kesal kenapa ia tidak diberitahu sebelumnya. Mungkin karena ciri Islam tidak lekat padanya..sehingga si pelayan tak tahu agamanya. Mungkin juga si pelayan sungkan memberitahu, iya kalau tanggapannya bagus kalau malah dianggap sok ikut campur malah berabe. Serba salah kan jadinya.
Banyak juga yang pernah mengalami hal seperti ini kan? Ternyata jilbab menjadi ciri agama Islam yang telah menolong kita dari memakan makanan yang haram. Orang yang berjilbab dianggap lebih serius menjalankan perintah agama, sehingga ada semacam tanggung jawab moral dari mukmin lainnya untuk saling mengingatkan bila ada sesuatu yang haram yang mendekati kita.....
Sebagaimana tercantum dalam QS Al Ahzab : 59
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sering juga kejadian, tempat makan favorit kita selama ini ternyata menjual makanan yang mengandung barang haram dan kita baru diberitahu setelah kita datang dengan memakai jilbab atau kebetulan mengajak kerabat yang mengenakan jilbab. Jadi kalau penampilan kita teteup aja...ya ga bakalan diberitahu..
Padahal Rasulullah mengingatkan : "Setiap jasad yang tumbuh dari makanan yang haram, maka api neraka lebih utama membakarnya." (Riwayat Ath-Thabrani).. Naudzubillahi min dzalik..
.....Ya Allah, cukupkan untukku dengan apa yang Kau halalkan dari apa yang Kau haramkan. Dan cukupkan aku dengan fadhilah-Mu, dari selain-Mu".... Amin.
Yang satu ini berasal dari pengajian bareng Ustadzah Astri Ivo di Majelis Taklim Al Dzakira bulan April 2009, tapi baru kepikir sekarang...karena Pak Fed membawa Majalah edisi khusus tentang Halal dan Haram di Sekitar Kita.
Ceritanya, Ustz. Astri Ivo terlambat datang ke arisan bareng teman-temannya yang diadakan di Plaza Senayan. Yang lain sudah mencicipi makanan pesanan masing-masing...makanya beliau pun langsung memanggil seorang pelayan resto dan minta agar dibawakan hidangan sesuai yang dimakan oleh temannya yang kebetulan juga seorang artis terkenal namun belum berjilbab..." Ya udah deh Pak, tolong saya pesan yang seperti ini ya..." begitu katanya. Menunya adalah masakan Jepang.. di luar dugaan sang pelayan menginterupsi dan bilang
"Maaf ibu, ibu mungkin tidak bisa pesan yang itu..".
Bu Ustz heran "Ee kenapa, itu kan beef teriyaki?"..
"Iya bu, tapi itu dimasak menggunakan arak Jepang, ada alkoholnya.."
Beliau berpikir, wah, alhamdulillah untung saya diberitahu...jadi tidak jadi deh kemasukan barang haram. Temannya yang artis tadi merasa kesal kenapa ia tidak diberitahu sebelumnya. Mungkin karena ciri Islam tidak lekat padanya..sehingga si pelayan tak tahu agamanya. Mungkin juga si pelayan sungkan memberitahu, iya kalau tanggapannya bagus kalau malah dianggap sok ikut campur malah berabe. Serba salah kan jadinya.
Banyak juga yang pernah mengalami hal seperti ini kan? Ternyata jilbab menjadi ciri agama Islam yang telah menolong kita dari memakan makanan yang haram. Orang yang berjilbab dianggap lebih serius menjalankan perintah agama, sehingga ada semacam tanggung jawab moral dari mukmin lainnya untuk saling mengingatkan bila ada sesuatu yang haram yang mendekati kita.....
Sebagaimana tercantum dalam QS Al Ahzab : 59
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sering juga kejadian, tempat makan favorit kita selama ini ternyata menjual makanan yang mengandung barang haram dan kita baru diberitahu setelah kita datang dengan memakai jilbab atau kebetulan mengajak kerabat yang mengenakan jilbab. Jadi kalau penampilan kita teteup aja...ya ga bakalan diberitahu..
Padahal Rasulullah mengingatkan : "Setiap jasad yang tumbuh dari makanan yang haram, maka api neraka lebih utama membakarnya." (Riwayat Ath-Thabrani).. Naudzubillahi min dzalik..
.....Ya Allah, cukupkan untukku dengan apa yang Kau halalkan dari apa yang Kau haramkan. Dan cukupkan aku dengan fadhilah-Mu, dari selain-Mu".... Amin.
Kamis, Agustus 20, 2009
Kematian Bagai Pencuri
Wafatnya sahabat tersayang yang sangat mendadak 3 Agustus'09 lalu dalam usia 37 tahun sungguh menjungkir balikkan pemahamanku tentang kehidupan. Seseorang yang begitu ceria, begitu hidup bila bersamanya, ternyata pergi begitu cepat. Tanpa pernah pamit pada kami, kecuali seorang teman dan guru SD untuk ia menitipkan putrinya.
Siapa pernah mengira seorang pramugari yang tahun lalu masih rutin terbang ternyata mempunyai penyakit jantung.
Dulu bayangan kita, kematian akan datang saat kita berumur sangaaaat lanjut. Saat semua orang-orang terkasih pun telah sama-sama tua, mungkin saat itu kita telah bersama para cicit kita. Atau saat tak beruntung menghadapi kecelakaan dan musibah juga penyakit yang sangat parah tak terobati..
Belum pernah kematian terasa begitu dekat dan menyedihkan seperti ini. Saat kakek dan nenek pergi, aku masih kecil atau tak berada di samping mereka, jadi kesedihan terasa jauh setelah lima hari berkabung.
Namun sahabat, adalah orang selain pasangan hidup yang dengannya kita menjalani hari-hari membesarkan anak, bertukar ide mengurus rumah tangga, belajar tentang hidup, berbagi cerita dan mimpi khas perempuan. Dengan adanya sahabat kita merasa lengkap. Ia kadang tak sering kita kunjungi, tapi bertukar kabar selalu bisa kita lakukan melalui pesan singkat, fb atau kunjungan dadakan dan selalu disambut dengan tangan terbuka.
Sampai sekarang saat membuka phonebook, nomer ponselnya masih kupandangi dengan sedih, atau terpikir ingin main ke rumahnya tapi lalu tersadar ia telah tak ada.
Kali ini kematian sungguh datang bak pencuri, merampas semua harta benda yang kita kejar dengan sungguh-sungguh. Memutuskan kesempatan untuk selalu bersama anak, suami/isteri, ayah ibu, saudara yang kita cintai. Seluruh rencana dan impian yang kita buat jauh-jauh hari lepas begitu saja.
Rasanya seluruh baju-baju bagus dan mahal, segala sepatu, tas dari merk ternama seluruh rumah dan isinya yang sungguh kita upayakan agar cantik menawan jadi tak ada artinya lagi. Untuk apa semua itu, bila pemiliknya sudah tak ada..
Kematian bisa datang kapan saja.. dan itu adalah suatu hal yang pasti. Ibarat pulang, karcisnya sudah ada di tangan cuma tanggalnya masih dikosongkan. Tak ada yang tahu kapan, namun itu adalah perjalanan yang amat panjang. Semestinyalah kita mempersiapkan bekal dan teman untuk menemani kita di perjalanan.
Kalau begini sudah siapkah kita dengan bekal yang akan kita bawa dalam pulang menghadap Allah? Kita selalu menjawab sebentar lagi ya Allah,... besok akan kusiapkan.. Lalu besoknya kita bilang bulan depan aku memperbaiki diri, lalu bulan depannya kita bilang lagi tahun depan aku akan sungguh-sungguh berubah jadi lebih shalih..terus tertunda tanpa sadar bahwa waktu hidup kita sudah jauh berkurang...dan itulah juga yang terjadi padaku. Astagfirullah al adhiim.
Waktunya bagi kita untuk berpikir bagi kemajuan akhlak anak-anak kita dan orang lain yang membutuhkan pertolongan karena seluruh isi dunia akan terputus untuk kita kecuali doa dari anak-anak yang shalih, amal jariyah, dan ilmu yang pernah kita ajarkan untuk kebaikan.
Semoga kita masih diberi waktu untuk beramal ibadah. Amin.
Siapa pernah mengira seorang pramugari yang tahun lalu masih rutin terbang ternyata mempunyai penyakit jantung.
Dulu bayangan kita, kematian akan datang saat kita berumur sangaaaat lanjut. Saat semua orang-orang terkasih pun telah sama-sama tua, mungkin saat itu kita telah bersama para cicit kita. Atau saat tak beruntung menghadapi kecelakaan dan musibah juga penyakit yang sangat parah tak terobati..
Belum pernah kematian terasa begitu dekat dan menyedihkan seperti ini. Saat kakek dan nenek pergi, aku masih kecil atau tak berada di samping mereka, jadi kesedihan terasa jauh setelah lima hari berkabung.
Namun sahabat, adalah orang selain pasangan hidup yang dengannya kita menjalani hari-hari membesarkan anak, bertukar ide mengurus rumah tangga, belajar tentang hidup, berbagi cerita dan mimpi khas perempuan. Dengan adanya sahabat kita merasa lengkap. Ia kadang tak sering kita kunjungi, tapi bertukar kabar selalu bisa kita lakukan melalui pesan singkat, fb atau kunjungan dadakan dan selalu disambut dengan tangan terbuka.
Sampai sekarang saat membuka phonebook, nomer ponselnya masih kupandangi dengan sedih, atau terpikir ingin main ke rumahnya tapi lalu tersadar ia telah tak ada.
Kali ini kematian sungguh datang bak pencuri, merampas semua harta benda yang kita kejar dengan sungguh-sungguh. Memutuskan kesempatan untuk selalu bersama anak, suami/isteri, ayah ibu, saudara yang kita cintai. Seluruh rencana dan impian yang kita buat jauh-jauh hari lepas begitu saja.
Rasanya seluruh baju-baju bagus dan mahal, segala sepatu, tas dari merk ternama seluruh rumah dan isinya yang sungguh kita upayakan agar cantik menawan jadi tak ada artinya lagi. Untuk apa semua itu, bila pemiliknya sudah tak ada..
Kematian bisa datang kapan saja.. dan itu adalah suatu hal yang pasti. Ibarat pulang, karcisnya sudah ada di tangan cuma tanggalnya masih dikosongkan. Tak ada yang tahu kapan, namun itu adalah perjalanan yang amat panjang. Semestinyalah kita mempersiapkan bekal dan teman untuk menemani kita di perjalanan.
Kalau begini sudah siapkah kita dengan bekal yang akan kita bawa dalam pulang menghadap Allah? Kita selalu menjawab sebentar lagi ya Allah,... besok akan kusiapkan.. Lalu besoknya kita bilang bulan depan aku memperbaiki diri, lalu bulan depannya kita bilang lagi tahun depan aku akan sungguh-sungguh berubah jadi lebih shalih..terus tertunda tanpa sadar bahwa waktu hidup kita sudah jauh berkurang...dan itulah juga yang terjadi padaku. Astagfirullah al adhiim.
Waktunya bagi kita untuk berpikir bagi kemajuan akhlak anak-anak kita dan orang lain yang membutuhkan pertolongan karena seluruh isi dunia akan terputus untuk kita kecuali doa dari anak-anak yang shalih, amal jariyah, dan ilmu yang pernah kita ajarkan untuk kebaikan.
Semoga kita masih diberi waktu untuk beramal ibadah. Amin.
Jumat, Agustus 14, 2009
Where is the candies ?
Well...well...again we're going to celebrate the independence day and the party starts early in my place. Buying presents for kids whom will join the games never been such an instant work I've done before. Last year we need 2 hours in one shop to complete this task. This time I took half an hour only. Ck ck ck... Hope everybody will happy for all the gifts.
After that I have to go to buy goody bags for every kids attending the games with one of my neighbor. And after we shopped, she decided to pack the bags with her family. The strange is, ...........six pouch of candies is missing.
We're looking everywhere in her living room also in her car...... We search every plastics, almost spilled things out, for several hours and still not find any....... I say I shall buy another six pouch in this morning, and the problem is pending.
Then I just got remembered that I was feel a bit unhappy to the cashier because she was inputted things in slow counts. Took more than 30 minutes only to watch her inefficient ways of counting. She keep doubted of what she has count.. and always search for help to entered several box of fruit tea, and wafers,etc.
It was really testing me... I know she was a trainee staff. Yet, I couldn't stand to complain though in my mind. Actually, I've show my felt of disagree in front of Mrs. Tuti, my neighbor. So now I feel, maybe it was some of Allah's guidance for me not to underestimate anyone ever...
I feel so sorry for that and say istighfar several times.. I hope Allah will help me through the next day.
And alhamdulillah, this morning before I go to the same hypermarket, Mrs.Tuti called and tell me ........the six pouch of candies have been found inside of the chocolate wafers plastic... One of many plastics we've been search around for couple hours last night.....
Oh Allah, please forgive me and please help me..
You can tell this is nothing, but it's true happening..
Miracle happens everyday, we just don't aware.... because Allah always be with us.
After that I have to go to buy goody bags for every kids attending the games with one of my neighbor. And after we shopped, she decided to pack the bags with her family. The strange is, ...........six pouch of candies is missing.
We're looking everywhere in her living room also in her car...... We search every plastics, almost spilled things out, for several hours and still not find any....... I say I shall buy another six pouch in this morning, and the problem is pending.
Then I just got remembered that I was feel a bit unhappy to the cashier because she was inputted things in slow counts. Took more than 30 minutes only to watch her inefficient ways of counting. She keep doubted of what she has count.. and always search for help to entered several box of fruit tea, and wafers,etc.
It was really testing me... I know she was a trainee staff. Yet, I couldn't stand to complain though in my mind. Actually, I've show my felt of disagree in front of Mrs. Tuti, my neighbor. So now I feel, maybe it was some of Allah's guidance for me not to underestimate anyone ever...
I feel so sorry for that and say istighfar several times.. I hope Allah will help me through the next day.
And alhamdulillah, this morning before I go to the same hypermarket, Mrs.Tuti called and tell me ........the six pouch of candies have been found inside of the chocolate wafers plastic... One of many plastics we've been search around for couple hours last night.....
Oh Allah, please forgive me and please help me..
You can tell this is nothing, but it's true happening..
Miracle happens everyday, we just don't aware.... because Allah always be with us.
Selasa, Agustus 11, 2009
Aku, Kami dan Dina Meinar

Hari ini, seminggu yang lalu Teh Dina meninggal. Sampai sekarang rasa kaget dan sedih masih terasa sekali. Hati mencoba untuk mengikhlaskan seorang yang baik hati untuk pergi. Walaupun sudah tahu kalau semua yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya, perpisahan tetap saja menyedihkan ya..
Teh Dina, dipanggil teteh karena beliau urang Sunda dan memang lebih tua dari kami. Sebagai orang yang dibesarkan dengan kultur menghormati yang lebih tua rasanya aneh aja melihat teman memanggil nama langsung pada nya. Jadi kami membahasakan dirinya teteh. Lucunya beliau juga memanggil aku mbak Kandi..
Teh Dina selalu datang dengan tersenyum, atau menyapa "Hai Cantik..". Gerak geriknya selalu ceria dan penuh banyolan. Celetukannya juga up to date.. dan bijak. Masih terbayang saat ngobrol ditanya apa rencana teh Dina setelah berhenti jadi pramugari? Katanya, pengen jadi anggota DPR, gemes lihat banyak yang berantakan.. Waktu itu kita tertawa mendengarnya. Atau saat mau pulang dari Mekarsari pas acara perpisahan TK Amelia. Teh Dina yang sedang hamil besar berjalan melenggang, sementara Pak Kyky suaminya berjalan di belakangnya memayungi dan membawakan tas plus barang lainnya. Euis, seorang teman yang tetangga Teh Dina langsung suit-suit. Beliau pun menjawab, "Ini caddy saya.." sambil berjalan pulang. Hehe..
Ibu satu ini juga sangat peduli dengan kerapian. Kalau datang selalu dengan penampilan yang rapi dan apik. Udah kayak peragawati banget. Secara tingginya juga diatas 170an. Kadang aku suka ngeledek, curang nih udah tinggi masih aja pake sepatu hak tinggi.. Beliau cuma tertawa.
Paling seneng pas hamil kedua, teh Dina sering lapar. Jadi sering banget nyamil di kantin sekolah. Lucunya kalau makan mie kuah yang panas itu enggak pernah lebih dari 5 menit. Waduuh..apa enggak kepanasan, tanyaku.. Hehe udah biasa harus makan cepat kalo lagi tugas, katanya.
Pekerjaannya sebagai pramugari yang dijalani sejak 15 tahun rupanya sudah meresap dalam dirinya. Jadi kalau mau makan atau mau beli minum, selalu menawari orang di sekitarnya. Selalu yang berinisiatif mengambilkan atau malah membelikan. Benar-benar pelajaran berharga tentang hal sederhana yang seharusnya kita pun bisa melakukan setiap hari.
Tidak pernah ada cerita kesal kalau membicarakan Teh Dina. Selalunya yang gembira, kocak, antusias, perhatian dan lucu. Banyak cerita lucu saat teh Dina masih jadi pramugari yang pernah diceritakan. Contohnya beliau pernah salah mengajak berbincang Unique Priscilla sebagai Titi DJ, menanyakan kenapa suaminya enggak ikutan, bahkan menanyakan juga kabar anak kembarnya ? Ada juga Mario Lawalata yang ditanya mau menggelar peragaan busana dimana sekarang?
Pernah pula teh Dina ikut ke Pasar Modern BSD untuk pertama kali, dan dia menelepon minta dijemput ke dalam pasar karena terpisah dan tak tahu mana pintu keluar masuk yang tadi kami lalui..
Beliau juga seorang yang berdedikasi. Saat pembentuan panitia Kartini di sekolah masa 2007-2008 kebetulan beliau adalah Ketuanya. Dengan tegas menolak siapa pun yang tidak bisa bekerjasama dalam kegiatan sosial tersebut. Walaupun kemudian memohon maaf bila dianggap telah menyinggung perasaan.
Saat bercerita tentang ibu yang baru melahirkan, teh Dina bilang kalau ia pernah kena baby blues saat melahirkan Adela. Jadinya bete kalau disuruh mendengarkan tiap ibu berkunjung juga menceritakan pengalaman melahirkan masing-masing karena sebetulnya ia sudah lelah dan ingin tidur. Makanya aku engga berani menjenguk bayi keduanya berlama-lama, berharap dia bisa segera beristirahat. Tetap saja aku terheran-heran mendengar pengakuannya bahwa ia sudah berhari-hari tak bisa tidur sejak melahirkan..
Waktu kumpul-kumpul dengan teman sering kita membayangkan bagaimana nanti ya kita ketemu lagi dan anak-anak sudah besar? Atau bayi-bayi sudah bisa diajak jalan-jalan. Tentu lucu ya, ibu-ibunya ngobrol dan para balita bermain.. Atau main ke rumah mbak Ida mencari batik sama-sama. Makan Kupat Tahu Magelang dan kali ini enggak sepiring berdua lagi. Main ke rumah teman-teman nggangguin Mia, Mona dan Euis. Pergi ke pengajian bareng. Terakhir kita sama-sama ke pengajiannya Ustadz Abu Sangkan bareng Mia ya..
Selamat jalan Teh Dina... Setiap manusia memiliki waktunya sendiri-sendiri. Aku sadar waktu untukmu telah Allah takdirkan. Walaupun menyesal kok aku engga sering-sering menelepon untuk menanyakan kabar, kok aku engga lebih sering lagi berkunjung, aku tahu itu tak akan mengubah keadaan. Selamat jalan sahabat tersayang...semoga tenang dalam perjalananmu...semoga rahmat Allah membimbing Adela dan Aisyah agar mereka menjadi anak yang sholihah yang akan terus mendoakanmu...
*Dalam foto : Teh Dina satu-satunya yang berkacamata hitam.
Langganan:
Postingan (Atom)